My favourite comfort food.
1. Indomie rebus
2. Chocolate
3. Kerupuk
4. Porridge
5. Nasi padang with tongkol
;)
Butuh suatu keberanian untuk memulai sesuatu dan menyelesaikannya, entah bagaimana akhirnya yang jelas sesuatu itu telah dimulai dan diproses. Cheers!!
My favourite comfort food.
1. Indomie rebus
2. Chocolate
3. Kerupuk
4. Porridge
5. Nasi padang with tongkol
;)
Hari ini rakyat Indonesia akan memilih secara langsung presidennya. Terus terang saya tidak terlalu tertarik dengan pemilu kali ini karena saya tidak menyukai kedua calon presiden tersebut. Yang satu karena dari militer. Saya memang kurang suka dengan hal yang berbau militer (saat ini). Yang satu lagi karena terkesan seperti bonekanya partai perjuangan <ini opini saya saya di blog saya, jdi sah aja kalo saya bilang begini hehehe>.
Lalu saya menjadi swing voter. Kalau ada orang ngomong yang baik-baik tentang calon yang satu, saya pilih yang ini. Kalau ada orang jelek-jelekin calon yang satu, saya pilih yang itu. Minggu lalu saya memutuskan untuk mendukung Jokowi, tapi tetap berstatus swing voter. Alasannya, pertama karena dia orang Solo (shallow banget yah), kedua karena dia bisa berdialog dengan baik dengan masyarakat (contoh saat dia berhasil memindahkan pedagang kaki lima di solo tanpa ada kerusuhan), dan ketiga karena ada yang bilang pemimpin yang baik itu seharusnya bisa memimpin keluarganya dengan baik (saya sebenarnya kurang suka menghubungkannya dengan urusan pribadi, tapi bener kan? that's the reality).
Kemudian saya ngobrol dengan beberapa teman dan sepupu-sepupu. Saya mendapatkan beberapa pencerahan yang semakin menguatkan pilihan saya. Lalu saya browsing, searching lagi dan lagi... Dan akhirnya mulai dari hari Minggu kemarin saya memutuskan untuk memilih jkwow sebagai capres pilihan saya.
Saya cuman mau bilang, tak ada jaminan bahwa calon presiden saya bakal bisa membawa Indonesia menjadi 100% lebih baik. Tapi bukankah tak ada jaminan juga bahwa calon presiden yang satu lagi tidak membawa Indonesia kembali ke kemunduran?. Setidaknya saya melihat lebih banyak hal positif yang ada pada jkw, terlepas dari beliau kader partai perjuangan. Saya juga melihat harapan (lihat bagaimana orang dengan sukarela kumpul d gbk). Seperti yang sepupu saya bilang, orang yang ok pasti dikelilingi orang yang ok (debatable siy, tapi kita bisa lihat lebih banyak orang ok dukung capres yang mana).
Okay, pilihanmu dan pilihanku mungkin berbeda. Tetapi apapun pilihanmu, kita tetap orang Indonesia. Ga boleh marah kalau kalah (talk to myself). Ga boleh songong kalau menang. Kita tunjukkan ke dunia kalau Indonesia bisa menyelenggarakan pemilu dengan Peace! :) v v v v
![]() |
| Ini mobil travel yang kami gunakan untuk menuju Damnoen Saduak |
Untuk menuju Pattaya, yang berjarak kurang lebih 134 km dari Bangkok, kami memilih menggunakan bus yang berangkat dari terminal bus Ekkamai di daerah Sukhumvit, dengan harga 124 bath. Kami mendapatkan jadwal keberangkatan jam 9.20.Pengumuman calon penerima beasiswa spirit muncul juga. Ada 43 orang yang lolos wawancara dan berhak mengikuti pre departure training (pdt). Ada nama saya disitu. Antara seneng dan bingung sebenarnya. Seneng karena akhirnya lolos juga setelah beberapa kali ikut seleksi beasiswa dan bingung karena pertanyaan "yakin kmu mau sekolah?, yakin ini yang kamu inginkan?" Datang bertubitubi. #lebaidikit
Tiga bulan setelah pengumuman itu, akhirnya surat pemanggilan untuk mengikuti pdt datang juga. Agak mendadak. Karena baru diumumkan 1 minggu sebelumnya. Walaupun sebenarnya tau kalau bulan januari bakal ada pdt. Tapi tetep aja kaget. Dan sedih. Karena harus meninggalkan hingar bingar kerjaan kantor dan orang2nya selama 6 bulan.
Hari pertama pdt dimulai pada tanggal 15 januari 2014. Sudah hampir 2 bulan disini. Empat minggu belajar general english. Dan lanjut belajar ibt. Sudah 4 minggu belajar ibt. Sudah 3 kali latihan tes ibt. Tapi tidak ada kemajuan berarti. Masih jauh dari target.
Saya menyadari pentingnya bahasa inggris ini, karena toh nanti harus sekolah dan hidup di luar negeri. Tapi... ternyata bahasa inggris ini susah sekali dimengerti (bagiku). Entah dari cara ngomongnya. Grammarnya. Tensesnya. Smua muanya. #capek
Datang juga pertanyaan "ngapain siy aku disini?" Hehe... tapi setelah berkontemplasi akhirnya bisa fokus lagi untuk menjawab pertanyaan itu. Mungkin pertanyaan itu bakal muncul lagi, tapi aku udah tau jawabannya. :)
Belajar ibt hampir tiap hari tapi tidak ada kemajuan yg berarti cukup menguras energi dan emosi. Semoga saya bisa bertahan dan dapat meraih skor ibt yang dipersyaratkan (agar status dari calon penerima beasiswa berubah menjadi penerima beasiswa). Amin.
Doakan saya!! :)