Friday, 28 August 2009

THE BOY IN THE STRIPPED PYJAMAS

sedih, ironis, tragis..
wow.. keren..
mengezzutkan.. shocking!

itu beberapa kata yang keluar setelah menonton film ini

menurut info berbagai sumber, film ini merupakan kritik atas peristiwa Hollocaust yang menyebabkan ribuan jiwa The JEW mati terbunuh dalam kamp-kamp khusus oleh tentara Jerman dibawah kepemimpinan Hittler... hhhmmmm... berat?? no no...

tapi filmnya sendiri bercerita tentang seorang anak lelaki jerman yang bersahabat dengan seorang anak lelaki yahudi yang berada dalam kamp tahanan

awalnya diceritakan bagaimana senangnya Bruno (anak lelaki jerman- 8 tahun) sedang bermain bersama teman-teman sebayanya.. Suatu hari ketika pulang sekolah, Bruno heran kenapa rumahnya penuh dengan orang yang sedang mempersiapkan sesuatu.. ternyata itu adalah pesta perpisahan sekaligus perayaan atas kenaikan pangkat ayah Bruno dalam militer, sehingga mereka harus pindah ke kota lain jerman.. (kurang ngeh apa nama kotanya)..

sesampainya di rumah yang baru Bruno kesepian dia merindukan teman-temannya, seberapa sibuknya dia bermain sendiri dia tetap menginginkan seorang teman..hingga suatu hari dia menemukan fakta bahwa rumahnya tidaklah jauh dari suatu "kamp perkebunan" yang mana semua orang disana setiap harinya menggunakan piyama.

jiwa petualang nya muncul, dan rasa ingin tahunya terus menerus menggelitik untuk mencari kawan.. dia berhasil menemukan jalan keluar dari rumahnya yang dijaga ketat oleh anak buah ayahnya..dan dia terus berlari di hutan sambil merentangkan kedua tangannya dan berlari miring ke kanan dan miring ke kiri.. dia kembali menemukan kesenangan dalam hidupnya

ujung jalan setapak di hutan ternyata menuju ke kamp perkebunan yang dia lihat dari balik jendela kamarnya..dan ternyata disitu ada anak kecil yang sebaya dengan Bruno sedang duduk termenung memakai piyama biru garis-garis...singkat cerita mereka berteman dan sesering mungkin selagi bisa Bruno mengunjungi Schmuel sambil membawa bekal dari rumah (dengan diam-diam tentunya..) agar temannya itu bisa tertawa, tak jarang mereka juga berantem

suatu saat Bruno's Mom, mengetahui bahwa pekerjaan suaminya ternyata tak jauh dari rumah dinasnya, bertengkarlah mereka, dan Bruno's Mom yang khawatir dengan kebiasaan Bruno mengexplore segala hal mulai meminta agar suaminya dipindah ke tempat lain, tapi Bruno's Dad menolaknya

sehingga suatu hari Bruno menghilang dari rumah, dan dengan kepanikan yang luar biasa mereka mulai mencari Bruno, kekhawatiran Bruno's Mom menjadi kenyataan... selanjutnya... seperti yang saya bilang di awal tadi mengezzutkan...
:)

Thursday, 20 August 2009

SISTEM NILAI TUKAR

Beberapa hari ini saya diminta pimpinan untuk membuat kajian, tepatnya merangkum, mengenai hal-hal yang terkait dengan sistem nilai tukar di Indonesia. Awalnya kaget, apaan niy "sistem nilai tukar?" dan gak yakin apakah aku bakal mengerti istilah ekonomi itu. Setelah googling, saya sedikit mengerti (seupil kali ya) mengenai apa yang terjadi dalam sistem nilai tukar di Indonesia. Untuk itulah, dengan segala kerendahan hati saya bermaksud membagikan informasi tersebut kepada teman-teman, yang mungkin sudah mengerti mengenai hal ini jauh-jauh-jauh-jauh hari sebelumnya.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar, saat ini Indonesia menganut rezim Devisa Bebas dan Sistem Nilai Tukar Mengambang Bebas. Atau kalau ingin lebih jelasnya bisa buka situs Bank Indonesia.

Indonesia sendiri, sejak tahun 1970 sampai dengan saat ini telah 3 kali merubah sistem nilai tukar. Tahun 1970-1978, Indonesia menggunakan sistem nilai tukar tetap. Tahun 1978-1997, Indonesia menggunakan sistem nilai tukar mengambang terkendali. Tahun 1997-sekarang, Indonesia menggunakan sistem nilai tukar mengambang bebas.

Saya baru tau, kenapa dulu, pas jaman kepemimpinan Presiden Soeharto, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS sangat kuat, karena Indonesia menggunakan sistem nilai tukar tetap dan sistem nilai tukar mengambang terkendali. Ingat kan, waktu itu 1 USD sekitar Rp.2000,an. Untuk mendapatkan nilai tukar yang sangat kuat seperti itu, Indonesia harus menyediakan cadangan devisa yang sangat besar.

Pada tahun 1997 terjadi goncangan terhadap mata uang Rupiah terhadap USD, yang dimulai dari jatuhnya mata uang Bath Thailand dan menyebar ke kawasan ASEAN (Assosiation South East Asian Nation) termasuk Indonesia. Untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia, pemerintah melepas pita batas dalam sistem nilai tukar mengambang terkendali dan menganut sistem nilai tukar mengambang bebas.

Dalam sistem nilai tukar mengambang bebas ini, nilai tukar rupiah sepenuhnya ditentukan oleh pasar. Dengan menganut sistem nilai tukar ini, cadangan devisa yang diperlukan tidak terlalu besar. Namun akibatnya nilai tukar rupiah terhadap USD sering melemah dan sekarang berkisar di angka Rp.9000an-Rp.10.000an. Cukup tinggi ya..

Saat ini ada wacana untuk mengembalikan sistem nilai tukar Indonesia ke sistem nilai tukar tetap. Saya tidak tahu mana yang lebih tepat, lebih baik kita serahkan ke ahlinya.. hehehe... Yang jelas apapun itu asalkan bisa menyejahterakan masyarakat, saya dukung seratus %. :)

Wednesday, 12 August 2009

DUFAN-ANCOL

Setelah 4 tahun tidak ke Dufan, akhirnya 4 hari yang lalu aku ke Dufan. Dufan = Dunia Fantasi, kata temenku "Tar kalo masuk ke dalam kita berfantasi hahaha.." (PS. karena yang bilang cowok, kalimatnya menjadi tendensius!! ^^).

Bagaimana cara ke Dufan, pertama naik mobil atau motor pribadi. Kedua nebeng. Ketiga naik angkutan umum. Satu-satunya pengetahuanku tentang angkutan umum yang menuju Ancol ya busway. Dari koridor mana saja, cari yang ke Halte Busway Central Senen, naik busway gandeng yang jurusan PGC-Ancol. (nGemeng2 soal busway gandeng, aku ingat ma Ulil, temennya Komo..nyambung gak? hehe... sebodo amat :)) Berdasarkan informasi dari internet, kalau gak salah PGC-Ancol itu termasuk ke dalam koridor VII dan V (kog bisa??). Pada pemberhentian terakhir di Ancol, kamu akan disambut oleh ikon Dufan yang terkenal itu, si Bekantan. Untuk masuk ke Ancol, kamu harus bayar Rp.10.000. Kemudian jalan aja terus ngikutin kemana orang-orang berjalan atau rajin-rajin liat papan penunjuk arah. Sampai Dufan dech..

Harga tiket @ Rp.120.000,00, namun, akan tetapi karena kami memegang kartu VIP Taman Impian Jaya Acol (punya bosnya temenku) yang memberikan 5 tiket gratis perhari maka kami cukup menanggung satu tiket saja, secara kami berjumlah 6 orang. Daaann karena teman kami pemegang kartu kredit Bank Niaga, maka 1 tiket seharga Rp.120.000,00 didiscount 35% jadi kami tinggal membayar Rp.78.000,00 dan kemudian dibagi 6 orang. Hahaha.. sungguh menyenangkan, dari Rp.120.000,00 menjadi Rp.13.000. What a fun!! :D

Dari jam 12.00 - 20.00 kami berhasil menaiki 12 wahana, yaitu: Beng-Beng (mobil senggol), Pontang-pontang, Kicir-kicir, Perang Bintang, Burung Rajawali, Tornado, Istana Boneka, Balada Kera, Alap-alap, Arung Jeram, Kora-kora, Bianglala. Lumayan... Total wahana Dufan berjumlah 29, untuk lebih lengkapnya klik ke sini. Sayang sekali kami tidak sempat bermain Niagara dan Arena 3 dimensi. Wahana yang paling dihindari dari pertama kali masuk ke Dufan, yaitu Ontang-anting.

Dari keduabelas wahana yang aku naikin, 3 paling berkesan adalah :
1. Pontang-panting, karena wahana ini berhasil membuatku berteriak-teriak kaya orang gila, antara geli, lucu, tegang, takut, sakit karena kegencet-gencet bercampur jadi satu. So excited lah.. :D

2. Kicir-kicir, baru pertama kali naik wahana ini, wow.. rasanya gak karu-karuan, diputer, dijengkelitin, diobrak-abrik lah seluruh pertahanan fisikmu. sebelum naik tanganku dingin banget. Atas saran Lennong, "Jangan tutup mata, kamu liat-liat keadaan aja. Kalau tutup mata tambah takut!" haha.. saran yang harus dicoba!! Cobain ya!! Tapi tetep aja aku merem melek hahaha... Untunglah aku tidak mengalami mual setelah menaiki wahana ini.

3. Absolutely, Tornado!! dari pertama kali iklannya muncul di tivi aku penasaran sekali apakah aku berani menaikinya?. Aku pikir, aku baik2 saja setelah naik kicir-kicir, apa bedanya dengan Tornado. Setelah mengumpulkan kekuatan dan nyali, akhirnya aku kena Tornado!! Yuhuiiii...aku merasa berhasil mengalahkan diri sendiri dari rasa penasaran. Setelah itu, Kora-kora jadi tidak berasa... :) Tapi disinilah aku merasakan gak enaknya mual dan mabok kena tornado. :(

Dari keduabelas wahana yang aku naikkin, yang paling enggak banget adalah:
1. Balada, Kera.. haha.. apaan tuh?? gak jelas... tapi lumayan siy bisa tiduran di kursinya yang panjang-panjang itu. Sembari menghilangkan mual.
2. Alap-alap, karena kami mainnya setelah naik tornado, naik alap-alap ini semakin membuatku tambak mabok. Mabok lagi.. ah... mabok lagi...
3. Arung Jeram, karena sudah malam, jadi malas berbasah-basah, tapi gak bisa gak berbasah-basah, jadi basah deh.. :)

So thats my having fun @ Dufan. What about your experience in Dufan?? Share yach :)

Monday, 10 August 2009

UP, UP, and AWAY

Sudah liat film keluaran terbaru Disney Pixar yang berjudul UP? Filmya bagus sekali, menggunakan teknologi 3D. Tapi kemarin, saya nontonnya di bioskop yang biasa aja tidak ada fasilitas 3D nya. Tapi tetep aja keempat jempol yang saya punya saya acungkan!! Film ini perpaduan antara rasa sedih, harapan, bahagia, keinginan yang mendalam, mimpi, cinta sejati, ditambah kekonyolan-kekonyolan yang dilakukan oleh semua karakter. Komplit!!

Karakter utama film ini adalah Carl Frederikson, seorang kakek tua yang ditinggal mati oleh Ellie, istrinya. Awal film ini menceritakan pertemuan Carl dan Ellie sewaktu masih kecil, mimpi-mimpi masa kecil, perkawinan mereka yang tidak dikaruniai anak, menuanya mereka dan meninggalnya sang pasangan hidup. Saya sungguh terharu melihat kesetiaan dan kekuatan cinta Carl & Ellie, benar-benar saling mencintai sampai maut memisahkan dan masih memikirkan pasangan walaupun maut memisahkan. :)

Masalah mulai muncul saat rumah kenangan milik Carl dan Ellie mulai tergusur oleh perubahan jaman. Disekeliling rumah mereka dilakukan pembangunan besar-besaran, ditambah adanya ancaman bahwa rumah mereka akan ikut digusur. Merasa tertekan, Carl yang bekerja sebagai pensiunan penjual balon, punya ide untuk mewujudkan mimpi Ellie, yaitu dengan membawa terbang rumah mereka dengan menggunakan balon yang berisi helium ke Amerika Selatan. Yang tanpa disangka-sangka seorang pramuka siaga ikut terbawa ke petualangan Carl. Nama anak kecil itu Russel.

Petualangan pun dimulai. Mulai dari pertemanan Russel dengan Carl yang butuh penyesuaian. Pertemuan dengan Anjing yang bisa berbicara "Dug". Ada burung betina yang diberi nama "Kevin" oleh Russel. Pertemuan Carl dengan tokoh idola Carl dan Ellie waktu masih kecil, yang ternyata jahat. Bagaimana akhir dari cerita ini..? Nonton ya... recommended!! :)

Monday, 3 August 2009

TIGA VENUS

Novel karya Clara Ng yang satu ini, ringan, lucu, menggelitik, dan sedikit terlintas di pikiran saya "apakah mungkinterjadi di dunia nyata?" Who knows... Kalau tidak salah saya sudah membaca Tiga Venus sebanyak 3 kali, hehe..

Novel ini bercerita tentang 3 orang wanita dewasa, 3 permasalahan berbeda, dan 3 keinginan yang sama (sama-sama menginginkan kegilaan yang mereka jalani cepat berlalu) yang diucapkan bersamaan pada saat ada bintang jatuh. Setelah itu yang terjadi hanyalah kegilaan dan kegilaan selama 7 bulan ke depan. Tapi dont worry, be happy, karena cerita ini punya happy ending. Saya selalu suka novel-novel yang punya happy ending.

Seperti biasa, saya hanya akan menuliskan hal-hal dalam novel yang menurut saya berkesan dan perlu distabiloin. Jadi kalau pengen tau kegilaan macam apa yang mereka hadapi baca novelnya ya... :) Check these out:

"Kau tidak akan pernah memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya...hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya." (Clara Ng menggunakan petikan dari novel karya Harper Lee berjudul To Kill A Mockingbird dalam halaman awal Tiga Venus. Mungkin dari kalimat inilah, muncul ide untuk menciptakan tragedi dalam hidup Emily, Juli dan Lies)

"Kenapa menjadi Ibu ruwet sekali sih? Jadi babak belur begini, kacau balau. Penuh Kebimbangan. Tidak ada rambu-rambu. Semuanya serba berantakan. Enaknya menjadi perempuan yang tidak menikah, tidak ada tanggung jawab sebesar tanggung jawab menjadi ibu. Jika saja ada yang memberitahunya kehidupan perkawinan seperti apa yang akan dijalaninya ketika dia belum menikah" (Keluhan Juli, yang sudah punya 3 anak dan sedang mengandung anak ke-4. Masa siy, menurut saya siy perkawinan dan menjadi seorang ibu adalah hal yang diinginkan oleh semua wanita (Tentu saja ada beberapa yang tidak ingin, para biarawati, misalnya). Dengan menjadi seorang istri dan ibu, akan ada perasaan merasa dibutuhkan dan hal itu yang akan menjadi tujuan hidupnya, menyenangkan keluarga, hidup menjadi lebih hidup. Menikah adalah lebih pada kemampuan untuk bertahan menghadapi badai. Kalau ada pasangan yang berpisah, jadi teringat lagunya Kla Project yang Gerimis. Ada liriknya yang bilang "kekasih andai saja kau mengerti, harusnya kita mampu lewati itu semua dan bukan menyerah untuk berpisah". Hmmmm....)

"Menikah adalah kerjasama dua pihak yang saling menguntungkan. Persis kaya merger dua perusahaan gede... Menikah bukanlah suatu prestasi yang keren." (Emily, 31 tahun, belum menikah, tapi bukan berarti tidak punya pasangan. Kalau menurut saya bisa menikah dan mempertahankan pernikahan adalah prestasi yang keren sukeren (*-*))

"Aku ingin kegilaan ini cepat berlalu" (Inilah kalimat yang diucapkan Elimy, Juli, dan Lies berbarengan pada saat ada bintang jatuh, yang membuat kegilaan-kegilaan dalam hidup mereka semakin menggila. Blow the candle. Make a wish. Be carefull of what you wish for.)