Tuesday, 12 August 2014

BROMO-IJEN-BALURAN-SURAMADU

 
Satu tanda tanya besar menghampiri benak saya ketika melihat betapa luar biasanya Bromo.. "Kemana saja saya selama ini??, kenapa baru sekarang??" Tapi tak apa, semua ada waktunya, saya memang baru diberi kesempatan untuk ke Bromo pada bulan Maret 2013 lalu. Overall, that was an amazing journey.

Perjalanan yang awalnya cuman dari pertanyaan dari teman saya, N, "Yes, mau ke Bromo tak?" menjadi suatu pengalaman yang sangat berkesan.Group kami terdiri dari 4 orang, yaitu saya, N, V, dan B. Kami bergabung dengan rombongan dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk jadwal dan itinerary sudah ditentukan oleh penggagas acara, yaitu seorang mahasiswa asal Surabaya yang bercita-cita untuk mempopulerkan obyek wisata di Jawa Timur melalui kegiatan sejenis melalui web indonesia backpacker. Karena backpacker, segalanya serba irit. Untuk pengeluaran di Surabaya, Bromo, Ijen, Madura, dan Baluran, kami hanya mengiur sebesar Rp400.000,00 per orang (hanya untuk transportasi, tiket masuk, dan makan ramean sekali di Madura). Tidak ada biaya penginapan karena kami tidur di mobil.

Karena saya tidak ingin pulang sebelum jam kantor selesai, saya memilih menggunakan kereta malam ke Surabaya (titik awal tour de Bromo). Sedangkan N, V, dan B naik kereta yang lebih siang. Namun demikian, jadwal ketibaan di Stasiun Pasar Turi Surabaya tidak jauh berbeda walaupun mereka dulu sampai.

Hari Pertama (9 Maret 2013)
Setelah semua member berkumpul kami langsung mencari penginapan murah untuk beristirahat. Aneh ya, perjalanan belum juga dimulai eh udah istirahat duluan, hehe. Akhirnya kami menemukan penginapan di daerah Pasar Besar Wetan, tak jauh dari Tugu Pahlawan. Harga penginapannya murah banget bok, per kamar tidak sampai 100 ribu. Tapi ya itu, kamarnya memprihatinkan dan menyeramkan (terutama liftnya), tapi cukuplah untuk menghilangkan penat.
Inside penginapan kami yang murah. hihi..
Setelah urusan kamar selesai, saatnya mengisi perut. Kami makan di warung di pinggiran jalan dekat penginapan. Not bad lah. :) Lalu kami kembali ke kamar dan tidur. Sekitaran jam 3 sore kami, karena bosan, mencoba menyusuri daerah di sekitar penginapan. Tak disangka, daerah itu satu area dengan Tugu Pahlawan. Lalu dengan semangat 45 kami menuju tempat itu dan tentu saja, foto-foto.Setelah itu kami melanjutkan kegiatan mengeksplor daerah itu dan ketika capek kami makan di warung padang dan pijat di Nakamura. Aseik kan? Belum juga jalan ke Bromo, eh udah pijitan aja. Buat persiapann ceritanya.
Kegiatan di sore hari sambil menunggu datangnya malam.
Lalu kami kembali ke penginapan, mandi, beberes, sekitar jam 9 malam kami menuju tempat kumpul di Alfamart depan Tugu Pelangi. Sekitar hampir jam 12 malam kami meninggalkan kota Surabaya menuju Bromo.
Tugu Pelangi Surabaya. Eye catching!
Hari Kedua (10 Maret 2013)
Setelah kurang lebih 3 jam perjalanan, sekitar jam 3 pagi kami sampai di pos terakhir yang bisa dilalui mobil biasa sebelum kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jeep. Tak lama, setelah melalui jalanan yang berkelok dan curam, kami sampai di daerah penanjakan. Dari situ kami berjalan kaki menuju puncak untuk menikmati detik-detik sang surya bersinar. Ternyata kami tidak sendirian, mungkin hampir seribuan orang juga punya keinginan yang serupa. Dan, tak mengecewakan, akhirnya matahari muncul dengan indahnya. Luar biasa.
Nice :)
Setelah menikmati sunrise di pPenanjakan, kami melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo, masih menggunakan jeep tentunya. Di tengah perjalanan, kami menemukan spot menarik untuk berfoto ria.
Cantik ya perpaduan ijo, coklat, dan birunya.
Tak lama, sampailah kami di Gunung Bromo.. Wow... ini siy obyek wisata kelas dunia. Amazing. Luar Biasa. Ga henti-hentinya saya mengucapkan kata-kata tersebut. Bahkan sampai sekarang. Ribuan orang mencoba menacapai puncak Bromo dan berfoto disana. Sebenarnya ada tangga yang disediakan, cuman karena iseng, saya, V, dan A (teman baru) mencoba mendaki pasir Bromo dari sisi lain yang tidak ada tangganya.Ternyata susah sodara. Rasa-rasanya udah mau menyerah. Tapi, malu. :) akhirnya dengan penuh perjuangan (halah), saya bisa mencapai puncak. Hurray!!
Banyak orang ingin menikmati keindahan Bromo. Lihat rentetan manusia itu.
Inilah rute yang saya, A, dan V pilih untuk mencapai bibir Bromo. Sulit tapi bisa.
Saat mencapai puncak aku, orang yang ga pernah mendaki gunung, seneng banget, puas rasanya :)
Bginilah pemandangan yang akan kamu peroleh ketika kamu berada di bibir kawah Gn. Bromo. Tak lupa kami mejeng bentar :D
Di perjalanan turun gunung, kamera saya tiba-tiba ngadat karena kemasukan pasir. Yaahhh, rusak lagii. Karena tidak ingin merusak suasana, saya ikhlaskan saja rusaknya kamera saya itu. Semoga masih bisa dibenerin, dan ternyata bisa (kemudian). Syukurlahh... :) Untungnya, aku masih bisa menggunakan kamera HP untuk berfoto-foto. Setelah menikmati Gunung Bromo, dengan masih menggunakan jeep kami menuju ke Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik.
Bukit Teletubbies dan kami :)
Pasirnya berbisik karena ditiup angin.
Sekitar pukul 14.00 WIB kami meninggalkan daerah Bromo menuju ke Gunung Ijen. Di tengah perjalanan kami berisitirahat sebentar di rest area untuk makan dan ishoma. Saya sempat mandi juga. Hehe, seger euy!

Hari Ketiga (11 Maret 2013)
Tengah malam kami sampai di kaki gunung ijen. Di sebuah lapangan besar segala persiapan dilakukan. Mulai dari ganti baju (dingin banget), urusan toilet, dan pengarahan dari ketua suku.Selanjutnya, setelah semua beres, kami  berjalan kurang lebih 5 jam untuk mencapai kawah ijen. Capek sangat. Tapi setelah melihat para penambang belerang yang mencari nafkah dari kawah ijen, capek saya itu jadi tidak berarti dibandingkan dengan capek mereka. :) Plus, wow, kawah Ijen sangat memesonakan mata (tidak hidung, karena bau belerangnya sungguh menyengat).
Saat kami mencapai kawah ijen. Sewaktu turun ke kawah, kami tidak mempunyai gambaran tentang rute yang kami tempuh karena matahari masih belum nampak. Setelah mentari bersinar, kami takjub dengan apa yang telah kami lakukan, dan pertanyaan besar muncul, mampukah kami kembali ke atas? #fiuh
Kawah Ijen digunakan oleh penduduk lokal untuk mecari nafkah. Hampir setiap hari mereka naik turun ke Kawah Ijen untuk mengambil antara 70-100 kg belerang dimana harga per kilonya saat itu masih Rp700,00. Setelah melihat perjuangan mereka untuk menghidupi keluarga, saya menjadi merasa sangat kecil. Tak ada lagi alasan untuk tidak bersyukur.
Termehek-mehek saat kami kembali ke atas. Bau belerangnya sangat menyengat. Terima kasih Tuhan kami semua kembali dengan utuh tanpa ada masalah yang berarti.

Kami tiba ditempat awal pemberangkatan sekitar jam 12 siang, benarbenar 12 jam kami naik turun naik turun gunung ijen :) Luar biaso. Setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan ke Taman Nasional Baluran. Sesampainya disana kami langsung bersnorkling ria. Seruu... Kami juga berseteru dengan penghuni setempat a.k.a kera-kera agresif yang berusaha mengambil makanan kami. Selepas maghrib kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Madura. Perjalanan panjang dimulai. :)
Savannah
Snorkling yuk. Sebenanya terumbu karang dan ikan-ikannya tidak terlalu cantik kalau dibandingkan dengan Karimunjawa dan Kep.Seribu, tapi cukuplah untuk mengobati penat kami yang sudah beberapa hari tidak tidur dengan layak :D
Senja di Baluran. Biru.
Hari Keempat (12 Maret 2013)
Subuh kami berhasil masuk Surabaya, dan kami mendapatkan kesempatan untuk menikmati sunrise dari Jembatan Suramadu. Setelahnya kami makan bareng-bareng di Madura dan perjalanan usai ketika kami di drop di Stasiun Pasar Turi untuk kembali ke daerah masing2.
Silau men!

Seru banget jalan-jalan ke Bromonya, saya mau lagi ksana! Terima kasih N, V, dan B :) :)

9 comments:

  1. top yess. dadi pengin bawa anak-anakku ke bromo dan ijen.

    ReplyDelete
  2. terimakasih cinggu yess udah ngingetin moment seru ini, hampir lupa detailnya euy!

    ReplyDelete
  3. nice trip :)

    jd pengen lihat api biru lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku ga dapat api biru, antara kesiangan dan ketutup asap

      Delete
  4. mungkin lain waktu kamu akan melihat api biru itu, bisa di ijen atau di islandia :)

    ReplyDelete
  5. Kayaknya salah satu cowok disitu temennya cowokku deh mbak yes, anak stapala, panggilannya kadal, kalo gak salah hehehehe

    ReplyDelete