Monday, 14 September 2009

SUDOKU

For now my fave games is Sudoku.. :)

Mungkin sudah agak telat untuk keranjingan sudoku saat ini, tapi yup!! thats whats happens now.. Nginstal games ke HP yang notabene just trial cukup menghibur dikala harus menunggu bis dsb, menunggu bis dsb sampai ke tempat tujuan, menunggu makanan, menunggu wangsit, atau apalah yang judulnya menunggu.

Daripada bengong, otak mikir kemana-mana gak karuan, mendingan nglatih otak mikir nyusun angka2 di sudoku.. hehe.. Tul kan??
Pengen coba main sudoku? coba buka aja www.websudoku.com or..

And now, i have SUDOKU on my blog, so u can play it in here... Well enjoy!!!

Thursday, 10 September 2009

BATURRADEN, PANTAI PENYU, & PULAU NUSAKAMBANGAN

Minggu kemarin aku dan sahabatku, Dino memutuskan untuk mengunjungi another sahabat kami yang penugasan di Purwokerto, Mel. I never been @ Purwokerto before, so i really excited..hehe

Kami pergi pulang dengan menggunakan alat transportasi massal sepanjang masa yang murah dan meriah, udah tau donk, KERETA API SENJA/FAJAR UTAMA. Pergi naik Senja Utama Solo, pulang naik Fajar Yogya. :)

Sampai di Purwokerto hari Sabtu jam 04.00, telat, biasalah, secara jalur rel kereta api cm satu, jadi harus gantian :).. Ancer2 nya sudah diberi tahu sebelumnya, karena tidak ada taxi, maka kami memutuskan untuk naik becak. Becak di Purwokerto kecil, untuk ukuran aku ma dini aja sempit, padahal badan kami kecil-kecil lhooo... haha..

Purwokerto adalah ibukota Kabupaten Banyumas, suasana kota Purwokerto seperti Kota Salatiga. Berada di kaki Gunung Slamet, airnya duingiinn..udaranya bersih dan segar (tidak seperti udara Jakarta, yang katanya terpolusi no 3 di dunia.. apa asia ya?).

Salah satu obyek wisata terpopuler di Purwokerto adalah Baturraden. Dari rumah mel, gak terlalu jauh, gak lebih dari setengah jam kami sudah berada di depan pintu masuk Baturraden. Tiket per orang hanya Rp.5000,00. Murah kan?? Kesan pertama kali begitu memasuki area pariwisata ini adalah : SO CLEAN dan terawat. Beruntung sekali kami kesananya pas bulan puasa, jadi sepi.

Inget dong dulu pernah ada kejadian mengenaskan pada 26 Oktober 2006, yang menyebabkan 5 orang tewas, karena tali jembatan yang diperkirakan sudah rapuh itu putus karena tidak kuat menahan beban. Tapi sekarang jembatan itu sudah diganti dengan jembatan beton. Tapi tetap saja deg-degan ketika naik ke jembatan itu, gak tau kenapa hii... :) Sebenarnya banyak titik-titik wisata di Baturraden yang bisa didatangi, tapi karena sepi, kami jadi takut dan akhirnya cuma foto2 di sekitar bebatuan itu saja. Tapi tetap saja menyenangkan..

Setelah dari Baturraden kami makan siang di warung makan Tanjilik Kencana. Setelah itu lanjut ke Cilacap. Saat menuju Cilacap kmu akan melihat sungai Serayu yang membentang luas. Sangat indah.. Tapi sayang tidak sempat diabadikan :(

Sampailah kami di Pulau Penyu. Check these picture to see how beautiful it is..


Selanjutnya, kami memutuskan untuk menyebrangi lautan dan menuju Pulau Nusakambangan dan kami menaiki kperahu kecil ini.. :) sedikit membuat jantung berdegup lebih kencang...dan nafas naik turun... hhhh...syeremmm tapi untungnya ada jaket pelampung, cm gak yakin juga siy apakah itu berfungsi??? Secara kami bertiga tidak ada yang bisa berenang... huuuufff.... Untuk naik perahu itu kami byr 50 ribu, pp.. hihi.. murah kan??


Sesampainya di Pulau Nusakambangan, ada beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungin, antara lain Pantai Karang Bolong, Gua Pendem, Pantai Karang ... . Untuk mencapai ketiga obyek wisata itu, kami harus berjalan kaki kurang lebih 800 - 1000 meter, dengan kondisi jalan tidak rata, berbatu, menanjak, dan mnurun. Karena tidak tahu lokasi, kami mnyewa jasa guide, bayar 30ribu..


Sebenarnya masih terdapat beberapa obyek wisata lain yang lebih bagus dari tempat yang kami kunjungi tersebut, namun karena sudah sore kami memutuskan untuk kembali ke peradapan saja... Mungkin lain kali aku akan ksana lagi untuk melihat pantai Permisan dan Benteng, yang berada di sisi lain pulau Nusakambangan..

Specially thanks to : Bang Luhut (udah mo nganterin, nungguin, n motoin mak-mak ini (padahal yang emak2 cuman melly) hahaha..), Melly & Dini (thank uuuuuu, next plan kemane niy.. )

Thursday, 3 September 2009

Gempa...r!!! (2)

Wow... Benar-benar pengalaman yang mengerikan. Sampai hari ini masih terasa paniknya, pusingnya, bingungnya. Kaki serasa tidak menginjak tanah. Rasanya pengen turun ke bawah saja, dekat dengan bumi, ibu pertiwi. Entah kenapa sampai dengan saat ini masih sering merasa pusing dan berhalusinasi (gempa gak ya kok sepertinya semua pada goyang). Kalau sudah begitu pasti langsung pusing. Kata orang siy masih trauma.

Pada saat terjadi gempa tanggal 2 September 2009, hari Rabu, saya sedang berada di ruangan kantor saya yang berada di Lt.14. Gedung Juanda mempunyai 20 lantai, coba bayangkan, di Lt.14 saja sebegitu paniknya apalagi yang berada di lt.20. Langsung tercetus dalam pikiran saya "Tuh kan, apa yang saya khawatirkan dari bulan Januari kemarin menjadi kenyataan, dan sekarang saya tidak tau apa yang harus saya lakukan!! Ironis*..."

Karena tidak tahu mana yang lebih tepat, akhirnya saya ikut berlari lewat tangga darurat, bersama ratusan orang lainnya. Di dalam tangga darurat itulah gempa semakin terasa, mulai dari lt.14 sampai dengan lt.4. Setelah sampai di halaman kantor rasanya bersyukur dan terharu, masih diberi kesempatan lagi... (kata seorang teman, "ini baru digoyang belum dibalik".. wuiihh serem kan?)

Menurut info-info yang didapat dari internet, Jakarta bakal diguncang gempa lagi. So, apa yang sebaiknya dilakukan oleh kami-kami yang bekerja di high risk building, jika hal itu terjadi lagi..? (But, i hope it wont..).

Banyak informasi menyebutkan, pada saat gempa terjadi hal terbaik yang dilakukan adalah berlindung di di bawah atau disamping meja atau almari yang kokoh. Banyak artikel menyebutkan tentang segitiga kehidupan. Ada pula yang menyarankan agar berpegangan di pilar-pilar gedung yang kuat. Berdiri di antara lorong lift, karena lorong itu fondasinya lebih kuat karena untuk menopang lift. Setelah kondisi aman dan tenang baru tepat untuk menuruni tangga darurat. Dari berbagai artikel itu tidak ada yang menyarankan untuk berlari ke arah tangga darurat pada saat gempa terjadi, karena fondasi tangga darurat tidak dikondisikan untuk gempa bumi, melainkan untuk penyelamatan saat terjadi kebakaran.

Setelah adanya gempa ini, pihak pengelola gedung tidak juga melakukan sosialisasi atau pelatihan kepada karyawan-karyawan yang berada di high risk building. ck ck ck.. so sampai detik ini saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan jika it terjadi lagi. fiuhhh...

Tuhan, apapun yang terjadi nanti, kuserahkan semuanya kepadaMu. Amiinn..

* ironi : kejadian atau situasi yg bertentangan dng yg diharapkan atau yg seharusnya terjadi, tetapi sudah menjadi suratan takdir (kbbi)

Gempaaaa!!!!

Siang menjelang sore...
Setelah 1 (satu) buah donat pasar selesai dikunyah...
Baca-baca koran...
Duduk di kursi yang bisa disetting naik turun...
Tiba-tiba...
Set set... kursiku turun sendiri...
Ada yang aneh...
Hening...
Mencoba memahami apa yang terjadi...
Dan...
GEMPAAAA!!!!!! Gempaaa!!! gempa!!!

Panik-panik....
Menyebut nama teman-teman yang ada...
Harus bagaimana...
Jangan kesitu...
Lewat sini...
Turun lewat tangga darurat...

Oh my God, oh my God...
Ya Tuhan, ya Tuhan...
Mati aku, mati aku...
Tangga runtuh,tangga runtuh...
Sesak napas...

Ayo cepet, ayo cepet...
Buruan, buruan...
Lari-lari...
Udah lantai berapa ini...
Lantai 8...
Ayo lebih cepat...
Fokus-fokus...

Aduh...
Terlempar-lempar...
Kesana kemari...
Pusing...
Udah lantai 4...
Sedikit lagi...
Lantai M...
Lantai G...
Lari keluar...
Cepat-cepat...

Akhirnya sampai juga di halaman...
Hiks, hiks, tiba-tiba perasaan sedih menghampiri...
Terima kasih...