Satu tanda tanya besar menghampiri benak saya ketika melihat betapa luar biasanya Bromo.. "Kemana saja saya selama ini??, kenapa baru sekarang??" Tapi tak apa, semua ada waktunya, saya memang baru diberi kesempatan untuk ke Bromo pada bulan Maret 2013 lalu. Overall, that was an amazing journey.
Perjalanan yang awalnya cuman dari pertanyaan dari teman saya, N, "Yes, mau ke Bromo tak?" menjadi suatu pengalaman yang sangat berkesan.Group kami terdiri dari 4 orang, yaitu saya, N, V, dan B. Kami bergabung dengan rombongan dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk jadwal dan itinerary sudah ditentukan oleh penggagas acara, yaitu seorang mahasiswa asal Surabaya yang bercita-cita untuk mempopulerkan obyek wisata di Jawa Timur melalui kegiatan sejenis melalui web indonesia backpacker. Karena backpacker, segalanya serba irit. Untuk pengeluaran di Surabaya, Bromo, Ijen, Madura, dan Baluran, kami hanya mengiur sebesar Rp400.000,00 per orang (hanya untuk transportasi, tiket masuk, dan makan ramean sekali di Madura). Tidak ada biaya penginapan karena kami tidur di mobil.
Karena saya tidak ingin pulang sebelum jam kantor selesai, saya memilih menggunakan kereta malam ke Surabaya (titik awal tour de Bromo). Sedangkan N, V, dan B naik kereta yang lebih siang. Namun demikian, jadwal ketibaan di Stasiun Pasar Turi Surabaya tidak jauh berbeda walaupun mereka dulu sampai.
Karena saya tidak ingin pulang sebelum jam kantor selesai, saya memilih menggunakan kereta malam ke Surabaya (titik awal tour de Bromo). Sedangkan N, V, dan B naik kereta yang lebih siang. Namun demikian, jadwal ketibaan di Stasiun Pasar Turi Surabaya tidak jauh berbeda walaupun mereka dulu sampai.