Minggu, 17 April 2016

Belajar Bahasa Spanyol

Salah satu kegiatan untuk mengisi hari libur paskah kemarin adalah dengan mengikuti kursus intensive bahasa spanyol yang diadakan oleh kampus secara gratis. Kelasnya dari hari Senin (11/04) - Jumat (15/04) setiap jam 10-12 & 13-15. Total ada 3 kelas, kelas kami diajar oleh Lilia yang berasal dari Meksiko, sedangkan kelas yang lain ditutor oleh Carmen dan Sonya (Spanyol). Di kelas kami ada sekitar 12 muri, 3 cowok (Girish, Aron, dan Belfrit) dan 9 cewek (Yessi, Ariana, Giana, Sofia, Louis, Julie, Rosie, Dasha, satu lagi lupa siapa namanya). 
Inilah kami :) walaupun ga komplit
Mengapa saya pilih belajar bahasa Spanyol bukan bahasa Jepang, China, dan Arab yang juga ditawarkan oleh kampus? Alasannya simpel, karena saya ga mau belajar nulis dengan jenis huruf baru. Too much... Selain itu, saya pengen berkunjung ke Spanyol :)

Hari pertama belajar bahasa Spanyol, saya bilang ke Ariana (teman dari China yang berumur kurang dari 20 tahun) kalau ternyata bahasa ini cukup simpel dan mudah dipelajari. Setelah 5 hari, saya cabut perkataan saya tadi. Bahasa Spanyol ini rumit saudara. Menurutku jauh lebih susah daripada belajar Bahasa Inggris. Ada beberapa alasan siy, karena saya cuman belajar 5 hari, sedangkan tahu sendiri kalau belajar bahasa butuh waktu. 

Alasan lainnya:
  • Bahasa ini memiliki struktur yang agak membingungkan (bagi saya), setiap orang (Aku, Kamu, Dia, Mereka (formal/non formal), Kami) memiliki kata kerja dari kata dasar yang sama tapi dengan bentuk kata yang berbeda. Contohnya: "Yo tengo 34 anos (saya memiliki (umur) 34 tahun)", "Tu tienes 34 anos (Kamu memiliki (umur) 34 tahun)", "Maria tiene 34 anos ( Maria memiliki (umur) 34 tahun)", "Nosotros tenemos mucho trabajo (Kami memiliki banyak pekerjaan)", "Vosotros teneis mucho dinero (Anda memiliki banyak uang)",  "Ustedes tienen mucho dinero (Mereka memiliki banyak uang)". 
  • Lalu, kata benda dalam bahasa spanyol memiliki article yang berbeda berkaitan dengan gender dan plural atau singular. Misalnya "La casa" ini berarti rumah dengan gender feminin, bahasa Inggrisnya "The house". Contoh lain "Un autobus" ini berarti sebuah bis dengan gender maskulin, bahasa inggrisnya "A bus". Dan perbedaan gender ini mau tidak mau harus dihafalkan.
Sebenernya masih ada alasan lain, tapi cukuplah dua ini saja. 

Pengalaman ini menarik. Mempelajari bahasa Spanyol sangat menantang. Mungkin saya akan mempelajarinya lagi setelah semester 2 ini selesai. Mungkin. :) 


Minggu, 10 April 2016

BATH & BRISTOL

This was my third trip, after Oxford and Weymouth, to spend my -four weeks long- Easter break. Kali ini saya pergi sendiri. Ini bukan pertama kalinya saya jalan sendiri mengunjungi kota yang bisa dijelajah pulang hari. So don't be surprised. Sometimes we do need to do solo travelling. Trust me, it is addictive ;) 

Honestly, keputusan untuk mengunjungi Bath adalah karena adanya tawaran tiket murah dari Trainline; pulang pergi naik kereta saya cukup membayar 12.65 Pon. Kalau dibandingkan dengan naik bus National Express yang sekali jalan 8 Pon, tentu saja saya akan pilih naik kereta karena lebih murah dan cepat. 

Tibalah hari Senin, 4 April 2016. Setelah ganti kereta 3 kali (mungkin ini yang bikin murah) and menghabiskan 2,5 jam perjalanan sampailah saya di stasiun Bath. Dari situ saya mengunjungi beberapa tempat yang wajib dikunjungi di kota Bath. 

Roman Baths
Sayang ga dapat langit biru. Hujaannn waktu itu...
Tempat ini merupakan pemandian air panas bergaya Roma yang ada di Inggris. Di Jogja sebenarnya juga ada Taman Sari. Mirip siy, cuman Roman Baths lebih luas dan lebih terawat. Bisa dimaklumi karena untuk masuk ke tempat ini, pengunjung harus bayar cukup mahal, saya, pelajar, ambil paket Roman Bath, Fashion Museum dan Victoria Art Galery "hanya" membayar 18 Pon. 

Victoria Art Gallery
Mencari tempat ini tidak mudah kawan. Kalau dilihat dari peta siy dibelakang Guildhall. Tapi karena tempatnya nyempil jadi memang benar benar harus awas. Kalau ga ya muter muter kaya saya ini.

Fashion Museum
Konsep dari museum ini adalah untuk mengabadikan sejarah berubahnya gaya berpakaian masyarakat tahun 1800 an sampai tahun sekarang. Serunya, diberbagai museum di UK ini mereka juga menyediakan koleksi baju yang dapat dipakai oleh pengunjung untuk sekedar merasakan bagaimana repotnya fashionista jaman dulu di satu sisi, disisi lain menunjukkan betapa anggun dan cantiknya gaun itu apabila dipakai.  

Bath Abbey
This religious place is located near to Baths Roman. Seperti sepelemparan batu kerikil. Masuknya gratis, tapi diharapkan pengunjung memberikan donasi agar bangunan peninggalan nun bersejarah ini dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang. Mereka merekomendasikan agar setiap pengunjung mendonasikan minimum 2 Pon. 

The Circus
Seharusnya terlihat seperti ini. Sumber: http://www.urban75.net
Tapi kamera saya hanya berhasil mengambil foto seperti ini :P
Menurut "Wikipedia" kata "circus" berarti lingkaran. Ya memang begitu bentuk bangunan yang dipergunakna sebagai tempat tinggal ini. Kepikirannya adalah bagaimana orang jaman dulu bisa membuat bangunan yang lingkarannya sempurna (selesai dibangun tahun 1974). 

Royal Crescent 
Gedung ini sekarang digunakan untuk pemukiman, hotel, dan museum.

Jane Austen Centre 
Cukup melihat dari kejauhan saja, karena saya sudah menebak isinya ya begitu-begitu saja dan karena bujetnya mafet :D

Sekitar Jam 2 sore saya sudah selesai melihat-lihat kota Bath. Hmm, di luar rencana siy sebenarnya karena saya pikir saya bakal menghabiskan waktu disana sampai sekitar jam 7 malam, itulah mengapa saya pilih kereta balik yang jam 7.22 pm. Setelah mempertimbangkan berbagai hal (jarak dan waktu tempuh) akhirnya saya memutuskan untuk naik bus (6,5 pon) ke kota Bristol yang hanya berjarak 50 menit dari Bath. Sampai di Bristol sekitar jam setengah 4, itu berarti saya hanya memiliki waktu sekitar 2.5 jam sebelum kembali naik bus menuju Bath. Ini lah beberapa icon kota Bristol yang sempat saya abadikan.

City Center
Bristol ini merupakan kota besar. Mungkin tidak sebesar Birmingham, tapi jauh lebih besar daripada Southampton. Karena bingung mau makan apa, akhirnya saya makan Subway Tuna. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke Cabot Tower.

Bristol Cathedral
Di perjalanan menuju Cabot Tower, saya melewati Bristol Catedral. Sempat masuk dan memanjatkan doa untuk saya dan orang-orang yang saya cintai. 

Cabot Tower
Dari pusat kota saya harus berjalan dan mendaki sekitar 40 menit. Itu karena saya ambil jalan yang memutar. Pas baliknya berhasil nemu jalan yang lebih deket, sekitar 30 mnitan dari terminal bus :) lumayaann
Dan beginilah pemandangan kota Bristol dari atas Cabot Tower :)
Sekitar pukul 6.17 saya sudah di bus menuju Bath. Macet dong sodaraah... udah was was karena kereta dari Bath ke Sou berangkat pukul 7.22. Setelah belingsatan sendiri, si ibu driver berhasil keluar dari kemacetan dan ngebut menuju Bath. Dan sesuai jadwal jam 7.22 kereta berangkat dari Bath, sampai rumah jam 10 malam...

Beginilah catatan perjalanan saya ke Bath dan Bristol, walaupun tidak tempat yang bisa dikunjungi di Bristol, at least saya telah menjejakan kaki kesana. 

Jumat, 15 Januari 2016

2016

Wow, setahun sudah sejak posting saya yang terakhir.

Setahun penuh di 2015, fixed saya tidak menulis satu post pun selain ucapan selamat tahun baru.

Semoga di tahun 2016 ini saya bisa membiasakan diri untuk merekam jejak  disini.

Banyak harapan yang saya inginkan untuk terwujud di tahun ini.

Semoga harapan2 itu terdengar oleh Nya. Amin.

Semoga harapan2 yang ada di hati dan pikiran kita semua diwujudkan oleh Nya. Amin.

Terima kasih 2015. Selamat datang 2016.

:)

Minggu, 04 Januari 2015

2015

Walaupun sudah hari ke-empat di tahun 2015, saya ingin mengucapkan selamat tahun baru 2015. Semoga di tahun ini, kita diberikan banyak kebahagiaan, kesehatan, dan rejeki. Semoga di tahun ini, kita bisa mewujudkan rencana yang belum terwujud di tahun lalu. Amin.

Banyak pula harapan pribadi yang terucap di awal pergantian tahun lalu. Semogaa... semogaa... semogaaa... semogaaa... ammiinn :)

Wish you all get the best in this year! Keep fighting! haik!!

Jumat, 19 Desember 2014

#DAY5, FOOD

My favourite comfort food.

1. Indomie rebus
2. Chocolate
3. Kerupuk
4. Porridge
5. Nasi padang with tongkol

;)

Selasa, 16 Desember 2014

#DAY4, MEMORY

Worst memory from school

Hmm, I think that was when I refused to attend my 2nd grade classes. I only stayed in school when my mom or my dad accompanied me (illiterately sat next to me behind my school desk). It lasted for maybe 4-6months. That was a weird moment, and I think I put my parents in lots of trouble because they had to deal with their work. 

Next, I felt bad when I could not beat my best friend rank eventhough I had tried my best. But now I realize that ranking is not that usefull in real world. 

That is all. :)

Jumat, 05 Desember 2014

#DAY2, PLACES

"Where do you want to live in the future."

I was born and spent my childhood and adolescence in Solo. It is a city in Central Java Province, Indonesia. Why I want to spend my old time as a pensioner in that city? Well, first of all, my parents and relatives live in there. Basically, I love to live near families because I feel more comfortable and I have more people to dependant. It does not mean I can not live independenly. In fact, after finishing highschool I left Solo and stayed at Semarang, 110 kms from Solo, for studied in Diponegoro University and worked. 

Another reason is that Solo has provided its citizens with many facilities and interesting places to visit. For example, parks, schools from elementary to college, shopping places, traditional markets, museums, festivals, and sports facilities. These facilities have pushed people to come to Solo, including me.

Last but not least, living cost in this city is cheaper than Jakarta, the city where I live now. As we know that pensioners' income is not as much as when they actively work, so it would be nice if we can live in another city, which its living cost more affordable. 

In conclution, I would like to say that wherever you live, as long as you stay close with your families, I think that would be great. 

#DAY3 PEEVES

Top 5 peeves

At first I do not understand meaning of word "peeves". After checking dictionary I found out that peeves means something annoying. So, here they are my top 5 peeves.

Firstly, I really get annoyed when I do not have somebody to blame but myself.

Secondly, when my plans do not run well and I do not have any other ways to achieve my goals, I will very dissapointed.

The next peeve is when during my day off, actually I do not want to meet anybody but for some reasons I could not avoid it.

And then I become slightly angry when people take my line. Hmm, but sometimes I just let them do that and try to understand it.

Last but not least is when I have bad hair day!! It ruins my mood :) #moodygirl

Yeah, actually there are lots of events that make me get irritated. But, I could not write it here since the task only ask for 5 peeves hehe...

If we look deeper, these peeves may help us become a better person because by handling those peeves we will get some practises to be more patient, more tolerate, and wiser. :)

Senin, 01 Desember 2014

#DAY1, STATUS

"Your current relationship status" 

What a rude theme :). Is relationship status a matter in this challenge?. I do not know either, but let me answer this question. 

Based on my national ID, my status is single. Yup, i'm 32 and have not married yet. 

I think that I'm a little bit too late to get married. But, I believe that outhere,my half is looking for me, hehe. Nowadays, people want to start a family at a very young age (below 25). Lots of celebrities here do this and it encourage people to do the same. There are no restrictions for people to married young, but from my point of view, it will be better if woman married above 25. I, myselft want to get married on 25, but sometimes we just do not get what we really want, and here I am, single :D

There are reasons why I said so. First, not to get married in a young age means you will have plenty time knowing yourself. For example, you can do lots of crazy things (alone or with friends), you can enjoy your salary for yourself, shopping, travelling, etc. Please note that I'm not saying that if you have husband you can not do fun and crazy activities. 

Secondly, by married in a proper age, you will have a more stable emotion, which will help you to cope with marriage world and parenting situations. 

Finally, you will have a time to make your financial conditions more sufficient so that you can give best education for your child. Furthermore, you may provide a better living environment and a better nutritions for your family. 

To sum up, I will say that what I write in this blog is just my opinion. People may have different arguments based on their experience and knowledge. I respect others opinions, in a hope that they will respect mine :). 

At the end, I would like to say: just married when you think that that person is the right one. :)

30 DAYS BLOGGING CHALLENGE

Kemarin saya mengunduh applikasi wattpad, sebuah aplikasi dimana saya bisa membaca buku (berbahasa inggris) secara gratis. Setelah membaca di seksi nonfiksi, saya menemukan tantangan #30daysblogging. 

Setiap harinya, seseorang yang mengikuti tantangan ini wajib menulis di blog yang disediakan oleh wattpad. Setiap harinya akan ada tema yang harus ditulis. Kebanyakan ceritanya adalah tentang diri seseorang tersebut, for instance, your current relationship status, lalu ada where you want to live in the future. Kelihatannya seru dan ringan ya. 

That is why I want to join this challenge. 

Alih-alih menuliskannya di blog wattpad, saya memilih untuk menceritakannya melalui blog ini. Oiya, saya juga akan menceritakannya dalam bahasa inggris, sekalian latihan nulis ceritanya. Jadi, karena saya masih sangat amatir, terlebih dahulu saya mohon maaf apabila nanti grammar, tenses, dan tetek bengeknya sangat tidak teratur, hehe... 

Dannn... inilah daftar ketigapuluh pertanyaan tersebut:

1. Your current relationship status.
2. Where you want to live in the future.
3. Top 5 peeves.
4. Worst memory from school.
5. Favourite comfort food.
6. Your zodiac sign. Does it fit your personality?
7. Favorite toy as a child.
8. Are you happy in your life?
9. If you could do only one job for the rest of your life, what would you do?
10. Guilty pleasure.
11. Top 10 of all time favorite songs.
12. Bullet point your day.
13. Where do you see yourself in 10 years.
14. What is your earliest memory.
15. 15 facts about you.
16. 16 things you hate to love
17. List of your highs and lows of the past year.
18. A book you could read over and over again.
19. Biggest regret.
20. Why do you write?
21. How important is writing to you?
22. 10 of your favorite tv shows.
23. Your 5 celebs crushers.
24. 10 of your favorite movies.
25. Write a letter to your ex.
26. You have 10,000 $, what do you do?
27. Disscuss a hard time of your life.
28. Who would you have dinner with, living or dead?
29. Your favorite song lyrics.
30. What do you miss about your childhood. 
Fiuh, what a long list :D So, let this challenge begin... :)

Selasa, 12 Agustus 2014

BROMO-IJEN-BALURAN-SURAMADU

 
Satu tanda tanya besar menghampiri benak saya ketika melihat betapa luar biasanya Bromo.. "Kemana saja saya selama ini??, kenapa baru sekarang??" Tapi tak apa, semua ada waktunya, saya memang baru diberi kesempatan untuk ke Bromo pada bulan Maret 2013 lalu. Overall, that was an amazing journey.

Perjalanan yang awalnya cuman dari pertanyaan dari teman saya, N, "Yes, mau ke Bromo tak?" menjadi suatu pengalaman yang sangat berkesan.Group kami terdiri dari 4 orang, yaitu saya, N, V, dan B. Kami bergabung dengan rombongan dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk jadwal dan itinerary sudah ditentukan oleh penggagas acara, yaitu seorang mahasiswa asal Surabaya yang bercita-cita untuk mempopulerkan obyek wisata di Jawa Timur melalui kegiatan sejenis melalui web indonesia backpacker. Karena backpacker, segalanya serba irit. Untuk pengeluaran di Surabaya, Bromo, Ijen, Madura, dan Baluran, kami hanya mengiur sebesar Rp400.000,00 per orang (hanya untuk transportasi, tiket masuk, dan makan ramean sekali di Madura). Tidak ada biaya penginapan karena kami tidur di mobil.

Karena saya tidak ingin pulang sebelum jam kantor selesai, saya memilih menggunakan kereta malam ke Surabaya (titik awal tour de Bromo). Sedangkan N, V, dan B naik kereta yang lebih siang. Namun demikian, jadwal ketibaan di Stasiun Pasar Turi Surabaya tidak jauh berbeda walaupun mereka dulu sampai.

Belajar Bahasa Spanyol

Salah satu kegiatan untuk mengisi hari libur paskah kemarin adalah dengan mengikuti kursus intensive bahasa spanyol yang diadakan oleh kam...