Tuesday, 11 September 2018

Blog atau Instagram

Tak bisa dihindari, setelah ada instagram, nge-blog menjadi suatu pe er yang malas banget untuk dikerjakan.

Kapan lagi ya awak punya keinginan untuk ngeblog, nulis panjang walaupun masih bersifat deskriptif.

Kita tunggu. 

Tuesday, 20 February 2018

SEKOLAH PASAR MODAL

Hari Sabtu, tanggal 10 Februari 2018 lalu, Ai berkesempatan ikut Sekolah Pasar Modal. Motivasi utama kenapa ingin ikutan adalah karena ingin mendalami proses transaksi di Pasar Modal setelah sekian lama tertunda. Biasa, procrastination. Selain itu, setelah penempatan di tempat baru saya harus mau tidak mau mendalami pasar modal. At least, tau gimana cara kerjanya dari sisi investor.

Dan setelah bertanya kesana kemari, akhirnya saia memutuskan untuk ikut sekolah pasar modal, dengan tujuan mengetahui basic information terlebih dahulu sebelum bertanya ke rekan kerja yang sudah lebih berpengalaman dalam hal ini. Sekolah pasar modal tidak dipungut biaya alias gratis, untuk itu rasanya perlu registrasi beberapa minggu bulan sebelumnya melalui https://sekolahpasarmodal.idx.co.id/. Ada dua lokasi yang bisa dipilih, yang satu di BEI pusat, satu lagi di Kelapa Gading.

Untuk pembukaan rekening saham, peserta diminta untuk menyetor Rp100.000,00 ke Philip Sekuritas sebagai partner BEI dalam penyelenggaraan sekolah Pasar Modal. Nantinya, uang ini akan menjadi menjadi modal awal peserta untuk mulai bertransaksi saham.

Beberapa catatan menarik dari kursus ini adalah sebagai berikut:
  1. Investasi diperlukan untuk menahan laju inflasi seiring berjalannya waktu. Yang pasti uang 100.000 sepuluh tahun yang lalu nilainya berbeda dengan uang 100.000 saat ini. Salah satu cara berinvestasi adalah melalui pasar modal, yaitu dengan membeli efek (saham, reksa dana, obligasi).
  2. Rerata per tahun, hasil investasi saham mencapai 13.13%, lebih tinggi daripada return investasi di tabungan 2.53%, emas 7.30%, dan obligasi negara 8.96%. Menarik.
  3. Keuntungan lain dengan investasi di pasar modal adalah tidak memerlukan dana yang besar. Contoh, per 9 Feb 2018, untuk beli 1 lot (100 lembar) saham Bank BRI, hanya butuh sekitar Rp.380.000. O iya, pembelian/penjualan saham dibatasi minimal 1 lot. Tapi ada pasar nego kalau ingin membeli dan menjual dibawah 1 lot.
  4. BEI sendiri lebih ingin agar masyarakat Indonesia menjadi investor daripada menjadi trader.
  5. Berdasarkan data BEI, kepemilikan saham saat ini lebih banyak dikuasai investor asing (51.33%). Ga jauh siy, semoga segera bisa disusul. Kata mbak BEI nya, tipe investor Indonesia itu adalah follower, jadi kalau investor asing ramai2 tarik dana, investor domestic akan mengikutinya. Dan ini tidak bagus buat pasar modal Indonesia, karena ketergantungan kepada asing menjadi tinggi.
  6. Satu ilustrasi yang menarik adalah, misalnya A lebih suka menabung di Bank BRI karena percaya BRI adalah bank terbaik. Kalau begitu kenapa tidak menjadi pemiliknya sekalian saja dengan beli sahamnya bank BRI? Oke, got it.
  7. Salah satu saham yang anti krisis adalah Unilever, karena produk unilever telah menjadi bagian dari hidup dari masyarakat Indonesia. Sebut saja, lifebuoy, rinso, pepsodent, molto. Dan harga per lembar sahamnya sekarang mencapai Rp55.400. Mungkin, Indofood juga bisa disebut saham anti krisis, siapa yang ga makan indomie coba? :D
  8. Tapi tentu saja, berinvestasi di saham ada risikonya, seperti capital loss (kalau harga jual lebih rendah dari harga beli), perusahaan ga bagi deviden (BCA katanya jarang bagi dividen, tapi harga sahamnya bagus; BRI yang rutin bagi dividen), saham disuspen BEI karena ga kooperattif (ga melaporkan laporan keuangan), delisting (menjadi perusahaan tertutup secara sukarela ataupun dipaksa regulator), likuidasi (dinyatakan bankrupt). Untuk itu, seorang investor atau trader yang baik harus mampu mencari informasi yang valid terkait saham yang akan dibeli,
  9. Salah satu cerita tentang perusahaan yang go private secara sukarela adalah AQUA di tahun 2010. Untuk membeli kembali sahamnya, AQUA harus membayar 500.000/lembar saham padahal harga IPO nya tahun 1990 cuman Rp.7.500. Beruntung banget yang punya saham aqua waktu itu. Tapi, lain cerita kalau delistingnya karena perusahaannya kacau. Gigit jari deh.
  10. Baru tau kalau mau beli saham itu kita harus nge bid. Kaya lelang. Itu yang membuat pergerakan harga saham.
Yuk menabung saham!

Sunday, 17 April 2016

Belajar Bahasa Spanyol

Salah satu kegiatan untuk mengisi hari libur paskah kemarin adalah dengan mengikuti kursus intensive bahasa spanyol yang diadakan oleh kampus secara gratis. Kelasnya dari hari Senin (11/04) - Jumat (15/04) setiap jam 10-12 & 13-15. Total ada 3 kelas, kelas kami diajar oleh Lilia yang berasal dari Meksiko, sedangkan kelas yang lain ditutor oleh Carmen dan Sonya (Spanyol). Di kelas kami ada sekitar 12 muri, 3 cowok (Girish, Aron, dan Belfrit) dan 9 cewek (Yessi, Ariana, Giana, Sofia, Louis, Julie, Rosie, Dasha, satu lagi lupa siapa namanya). 
Inilah kami :) walaupun ga komplit
Mengapa saya pilih belajar bahasa Spanyol bukan bahasa Jepang, China, dan Arab yang juga ditawarkan oleh kampus? Alasannya simpel, karena saya ga mau belajar nulis dengan jenis huruf baru. Too much... Selain itu, saya pengen berkunjung ke Spanyol :)

Hari pertama belajar bahasa Spanyol, saya bilang ke Ariana (teman dari China yang berumur kurang dari 20 tahun) kalau ternyata bahasa ini cukup simpel dan mudah dipelajari. Setelah 5 hari, saya cabut perkataan saya tadi. Bahasa Spanyol ini rumit saudara. Menurutku jauh lebih susah daripada belajar Bahasa Inggris. Ada beberapa alasan siy, karena saya cuman belajar 5 hari, sedangkan tahu sendiri kalau belajar bahasa butuh waktu. 

Alasan lainnya:
  • Bahasa ini memiliki struktur yang agak membingungkan (bagi saya), setiap orang (Aku, Kamu, Dia, Mereka (formal/non formal), Kami) memiliki kata kerja dari kata dasar yang sama tapi dengan bentuk kata yang berbeda. Contohnya: "Yo tengo 34 anos (saya memiliki (umur) 34 tahun)", "Tu tienes 34 anos (Kamu memiliki (umur) 34 tahun)", "Maria tiene 34 anos ( Maria memiliki (umur) 34 tahun)", "Nosotros tenemos mucho trabajo (Kami memiliki banyak pekerjaan)", "Vosotros teneis mucho dinero (Anda memiliki banyak uang)",  "Ustedes tienen mucho dinero (Mereka memiliki banyak uang)". 
  • Lalu, kata benda dalam bahasa spanyol memiliki article yang berbeda berkaitan dengan gender dan plural atau singular. Misalnya "La casa" ini berarti rumah dengan gender feminin, bahasa Inggrisnya "The house". Contoh lain "Un autobus" ini berarti sebuah bis dengan gender maskulin, bahasa inggrisnya "A bus". Dan perbedaan gender ini mau tidak mau harus dihafalkan.
Sebenernya masih ada alasan lain, tapi cukuplah dua ini saja. 

Pengalaman ini menarik. Mempelajari bahasa Spanyol sangat menantang. Mungkin saya akan mempelajarinya lagi setelah semester 2 ini selesai. Mungkin. :) 


Sunday, 10 April 2016

BATH & BRISTOL

This was my third trip, after Oxford and Weymouth, to spend my -four weeks long- Easter break. Kali ini saya pergi sendiri. Ini bukan pertama kalinya saya jalan sendiri mengunjungi kota yang bisa dijelajah pulang hari. So don't be surprised. Sometimes we do need to do solo travelling. Trust me, it is addictive ;) 

Honestly, keputusan untuk mengunjungi Bath adalah karena adanya tawaran tiket murah dari Trainline; pulang pergi naik kereta saya cukup membayar 12.65 Pon. Kalau dibandingkan dengan naik bus National Express yang sekali jalan 8 Pon, tentu saja saya akan pilih naik kereta karena lebih murah dan cepat. 

Tibalah hari Senin, 4 April 2016. Setelah ganti kereta 3 kali (mungkin ini yang bikin murah) and menghabiskan 2,5 jam perjalanan sampailah saya di stasiun Bath. Dari situ saya mengunjungi beberapa tempat yang wajib dikunjungi di kota Bath. 

Roman Baths
Sayang ga dapat langit biru. Hujaannn waktu itu...
Tempat ini merupakan pemandian air panas bergaya Roma yang ada di Inggris. Di Jogja sebenarnya juga ada Taman Sari. Mirip siy, cuman Roman Baths lebih luas dan lebih terawat. Bisa dimaklumi karena untuk masuk ke tempat ini, pengunjung harus bayar cukup mahal, saya, pelajar, ambil paket Roman Bath, Fashion Museum dan Victoria Art Galery "hanya" membayar 18 Pon. 

Victoria Art Gallery
Mencari tempat ini tidak mudah kawan. Kalau dilihat dari peta siy dibelakang Guildhall. Tapi karena tempatnya nyempil jadi memang benar benar harus awas. Kalau ga ya muter muter kaya saya ini.

Fashion Museum
Konsep dari museum ini adalah untuk mengabadikan sejarah berubahnya gaya berpakaian masyarakat tahun 1800 an sampai tahun sekarang. Serunya, diberbagai museum di UK ini mereka juga menyediakan koleksi baju yang dapat dipakai oleh pengunjung untuk sekedar merasakan bagaimana repotnya fashionista jaman dulu di satu sisi, disisi lain menunjukkan betapa anggun dan cantiknya gaun itu apabila dipakai.  

Bath Abbey
This religious place is located near to Baths Roman. Seperti sepelemparan batu kerikil. Masuknya gratis, tapi diharapkan pengunjung memberikan donasi agar bangunan peninggalan nun bersejarah ini dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang. Mereka merekomendasikan agar setiap pengunjung mendonasikan minimum 2 Pon. 

The Circus
Seharusnya terlihat seperti ini. Sumber: http://www.urban75.net
Tapi kamera saya hanya berhasil mengambil foto seperti ini :P
Menurut "Wikipedia" kata "circus" berarti lingkaran. Ya memang begitu bentuk bangunan yang dipergunakna sebagai tempat tinggal ini. Kepikirannya adalah bagaimana orang jaman dulu bisa membuat bangunan yang lingkarannya sempurna (selesai dibangun tahun 1974). 

Royal Crescent 
Gedung ini sekarang digunakan untuk pemukiman, hotel, dan museum.

Jane Austen Centre 
Cukup melihat dari kejauhan saja, karena saya sudah menebak isinya ya begitu-begitu saja dan karena bujetnya mafet :D

Sekitar Jam 2 sore saya sudah selesai melihat-lihat kota Bath. Hmm, di luar rencana siy sebenarnya karena saya pikir saya bakal menghabiskan waktu disana sampai sekitar jam 7 malam, itulah mengapa saya pilih kereta balik yang jam 7.22 pm. Setelah mempertimbangkan berbagai hal (jarak dan waktu tempuh) akhirnya saya memutuskan untuk naik bus (6,5 pon) ke kota Bristol yang hanya berjarak 50 menit dari Bath. Sampai di Bristol sekitar jam setengah 4, itu berarti saya hanya memiliki waktu sekitar 2.5 jam sebelum kembali naik bus menuju Bath. Ini lah beberapa icon kota Bristol yang sempat saya abadikan.

City Center
Bristol ini merupakan kota besar. Mungkin tidak sebesar Birmingham, tapi jauh lebih besar daripada Southampton. Karena bingung mau makan apa, akhirnya saya makan Subway Tuna. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke Cabot Tower.

Bristol Cathedral
Di perjalanan menuju Cabot Tower, saya melewati Bristol Catedral. Sempat masuk dan memanjatkan doa untuk saya dan orang-orang yang saya cintai. 

Cabot Tower
Dari pusat kota saya harus berjalan dan mendaki sekitar 40 menit. Itu karena saya ambil jalan yang memutar. Pas baliknya berhasil nemu jalan yang lebih deket, sekitar 30 mnitan dari terminal bus :) lumayaann
Dan beginilah pemandangan kota Bristol dari atas Cabot Tower :)
Sekitar pukul 6.17 saya sudah di bus menuju Bath. Macet dong sodaraah... udah was was karena kereta dari Bath ke Sou berangkat pukul 7.22. Setelah belingsatan sendiri, si ibu driver berhasil keluar dari kemacetan dan ngebut menuju Bath. Dan sesuai jadwal jam 7.22 kereta berangkat dari Bath, sampai rumah jam 10 malam...

Beginilah catatan perjalanan saya ke Bath dan Bristol, walaupun tidak tempat yang bisa dikunjungi di Bristol, at least saya telah menjejakan kaki kesana. 

Saturday, 2 April 2016

Tahun 2015

Ada seorang tutor disini yang mengatakan "you need to write journal to track what had happened to your life". Merasa tidak lagi mencatat pengalaman di blog ini, baik yang bersifat diskriptif maupun reflektif, 

Friday, 15 January 2016

2016

Wow, setahun sudah sejak posting saya yang terakhir.

Setahun penuh di 2015, fixed saya tidak menulis satu post pun selain ucapan selamat tahun baru.

Semoga di tahun 2016 ini saya bisa membiasakan diri untuk merekam jejak  disini.

Banyak harapan yang saya inginkan untuk terwujud di tahun ini.

Semoga harapan2 itu terdengar oleh Nya. Amin.

Semoga harapan2 yang ada di hati dan pikiran kita semua diwujudkan oleh Nya. Amin.

Terima kasih 2015. Selamat datang 2016.

:)

Friday, 18 December 2015

HI YESSI

Tak terasa sudah lebih dari 3 bulan saya tinggal di Southampton; dan baru kemarin saya membuka lagi blog ini. Setelah strolling, ternyata sudah lama sekali tidak menulis sejarah hidup saya di tempat omo. Kangen juga euy. Kalau foto siy, seringnya upload di instagram atau twitter, karena lebih gampang dan up to date.

Di tahun 2015 saja saya cuma ngepost 1 cerita, itupun ucapan selamat tahun baru.