Thursday, 16 September 2021

Passion (from 2014 draft)

Last week, I had my 3rd IELTS test in this year (2014). Actually, the result of this test does not have any impact, because I have accepted the offer from Southampton University. But still, I felt the nerves and anxiety. 

To killing time, I talked with young lady beside me. I asked her "Will you take master program?". "Yes" she answered. "Where" was my next question. "America, Harvard University" she said. I looked at her eyes and saw shine light from her eyes. I named it "passion". I can feel it at that time and I envied.

I used to have those eyes which full of passion. Now, I miss them.

I'm wondering why. , umm, maybe not gone at all but dimmed. Because I'm getting older? or Because I have other things to do? Maybe yes and maybe no. 


Ps. 
Tanggal published postingan ini tidak bisa mundur ke 2014. Pardon my english.
Tapi karena aku terkesan dengan "passion" yang "lady" itu tampilkan dan masih teringat dalam kepalaku, dan bagaimana aku menginginkan passion kembali ke aku, aku merasa perlu memposting ini. :)

Vaksinasi

Seperti sudah kuceritakan di postingan sebelumnya, tanggal 14 Januari 2021, saya dinyatakan negatif Covid. Tidak lama setelah itu, kantor mengadakan vaksinasi, namun sebagai penyintas covid, kami tidak diperbolehkan mengikuti vaksin jika selesainya karantina/dinyatakan negatif covid (April 2021) kurang dari 3 bulan. 

Lalu, mulai akhir April 2021, awak mulai bergerilya nyari tempat vaksin di Solo (vaksinasi masal di Balaikota dan beberapa penyelenggara lain). Akhirnya pada 7 Juli 2021, lewat adik ipar, awak terdaftar di vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Polres Surakarta. 

Tuesday, 14 September 2021

Penyintas Covid 19

Hai hai...

Jadi September tanggal 14 ini menandai 8 bulan setelah aku dinyatakan negatif covid. Bagaimana ceritanya aku bisa kena si virus sontoloyo ini? gejala apa saja yang kurasakan? dan apa saja yang kulakukan begitu tau aku kena virus ini, akan kurekap dalam catatan dalam blog ini, untuk kenang-kenangan cerita di masa mendatang. Cekidot!

Awalnya

Selasa, tanggal 22 Desember 2020, sekitar pukul 20.00 WIB aku tetiba demam. Aku ingat banget waktu itu aku sedang mengerjakan DUPAK siaul gegara mo ngumpulin kredit (yang pada akhirnya ga jadi naik pangkat juga karena satu dan lain hal. Ha ha). Selain itu juga ada kerjaan yang lagi heboh yang bikin kita ikut rapat tiap hari. 

Thursday, 9 September 2021

9 Hari di Korea Selatan - Hari Keempat

Jadwal hari keempat adalah harinya Nami Island, yeai!! 

Rerata turis dari Indonesia akan menyempatkan waktu untuk mengunjungi Pulau Nami, secara, dulu drama Winter Sonata sangat populer di Indonesia. Dan inilah kami, sama seperti turis kebanyakan, berkunjung ke Nami Island!

Awalnya kami berencana akan menggunakan rail pass yang kemarin dipakai ke Busan. Tapi, karena harus menggunakan rute khusus yang lebih rumit dan membuat kami tersesat entah dimana, sampai harus bolak balik naik jalur yang sama, untuk menghemat waktu, akhirnya kami membeli tiket baru di Stasiun Wangsimni yang menjadi hub untuk ke Nami. Haha, rusuh nih pagi-pagi. 

Wangsimni Station