Monday, 7 July 2014

BANGKOK TRIP (4)

Damnoen Saduak Floating Market ~ 12
Hari keempat. Senangnya hari itu. Cuaca cerah, walaupun sedikit mendung. Setelah berdiskusi di pagi hari, kami sepakat untuk mendatangi floating market yang original bukan man made, yaitu Damnoen Saduak, yang berjarak kurang lebih 109 km dari kota Bangkok. Untuk menuju tempat itu kami menggunakan mobil travel (seperti cipaganti) yang berangkat dari terminal bus di dekat monumen King Rama III.
Ini mobil travel yang kami gunakan untuk menuju Damnoen Saduak

Kami  ke loket dan antri. Karena keterbatasan bahasa, proses membeli tiket ini sangat rumit. Benar-benar membikin emosi. Setelah meyakini bahwa floating marketnya buka (kalaupun enggak buka, tak apa, toh kita jadi tau sisi lain Thailand), kami pesan tiket travel. Setelah perjalanan kurang lebih 2 jam, akhirnya sampai juga kami di floating market. Tapi.. tunggu dulu. Kami di drop di tempat persewaan kapal (menyusuri kanal sampai floating market), yang sewa per orangnya mencapai 500 bath. Rombongan dari Medan yang satu mobil dengan kami langsung setuju dengan harga itu. Tapi kami...tentu saja tidak mau membayar seharga itu. Akhirnya kami jalan kaki saja bareng dengan fotografer dari Jepang?
Masih jauuuhhh..
Lumayan jauh juga ternyata, kurang lebih setengah jam jalan kaki. Sampai di Damnoen Saduak Floating Market sudah hampir jam setengah 12 siang. Untungnya masih banyak pedagang yang nongkrong di sana sehingga segala capek ini terbayar :) Berdasarkan info dari orang lokal, biasanya diatas jam 11 siang, para pedagang sudah mulai bubar jalan. Tapi entah mengapa hari itu masih banyak orang yang berjualan. That was our lucky day, I guess. :)
Damnoen Saduak Floating Market. Istimewa.

Walaupun ujan turun tiba-tiba, tidak ada masalah. Berteduh ajah.
Setelah puas mengambil gambar, tak lupa kami mencicipi buah-buahan dan kuliner yang ditawarkan. Buah-buahan di Thailand sangat melimpah ruah dan harganya tidak mahal. Di sepanjang jalan banyak orang jualan buah-buahan, jadi sambil jalan kaki, kebanyakan orang mengemil buah-buahan. Sehat bukan? :)
Srikayanya kurang mateng dikit.  Jambu dan mangga enaakk. Mie rebusnya biasa ajah, lebih enakan mie jogja atau japemete.
Untuk kembali ke Bangkok kami harus memutar otak kembali. Setelah ngobrol sana sini ga ada yang ngerti akhirnya kami berdiri di pinggir warung. Pasrah. Kemudian, ada ibu-ibu yang bisa sedikit berbahasa Inggris menawarkan bantuan cara kembali ke bangkok. Pertama kami naik angkot bareng ibu itu. Antara percaya ga percaya kami mengikuti perkataannya. Agak was-was juga siy, jangan-jangan kami dijebak. Tapi setelah setengah jam perjalanan, kami di drop di tempat travel. Ternyata ibu itu memang baik hatinya. Maafkan kami bu.. :D Akhirnya kami bisa kembali ke Bangkookkk...
Ini tempat travelnya.
Golden Mount ~ 13
Masih dihari yang sama. Karena masih sore, sekitar jam 3 an, kami memutuskan untuk mencari obyek wisata lain. Tujuan pertama adalah Golden Mount atau Wat Saket. Untuk turis asing diwajibkan membayar 20 Bath, sedangkan penduduk lokal tidak perlu membayar tiket. Asik ya.
Pimtu masuk menuju Golden Mount.

Tangga menuju puncak.
Rame. Ternyata akan ada ibadah. Kami bahkan sempat diminta membantu memasang pita di bendera panjang itu.

Setelah semua pita terpasang, bendera ini diarak mengelilingi candi emas.
Golden Mount
Kota Bangkok dari Golden Mount.
Giant Swing ~ 14
Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Giant Swing dengan berjalan kaki. Lumayan bikin capek. Tapi tak apa daripada harus bayar tuk tuk. Lokasi Giant Swing berada di depan Wat Suthat, yang akan kami kunjungi setelah mengabadikan Giant Swing.
Impressive.
Wat Suthat ~ 15
Satu lagi tempat religius yang kami kunjungi adalah Wat Suthat. Tiket masuknya 20 Bath (khusus buat foreigner).  
Bayar dulu sebelum masuk.

Tampak luar.
Tampak dalam.
Pijat ala Thailand ~ 16
Selesai mengelilingi obyek wisata tersebut, untuk menutup hari kami kembali mengunjungi MBK Center. Kami makan enak. Tra laaa... Ini ga ada di Indonesia. Masakan jepang. Sejenis kari. Enak bingits.
Mauuu lagiii...
Satu hal yang kudu dicoba selama di Thailand adalah pijit. Disini saya harus membayar 400 Bath, sekitar 120 ribu untuk 1,5 jam. Sebenernya pijetannya lumayan siy, tapi kalau boleh membandingkan, saya lebih suka pijet ala Indonesia. :D
Wajib coba. 
Hari kelima di Thailand. 
Hari itu kami tidak kemana-mana. Cuman packing dan beberes. Lalu kami makan pagi di sekitar penginapan. Akhirnya kami mendapatkan menu ini. 
Nasi campur. Ada babinya.
Entahlah ini namanya apaan. Semacam serabi. Tapiii.. lebih enak serabi solo. Jauh.
Lalu setelah sarapan kami balik ke penginapan dan segera ke bandara. Kembali kami menggunakan jasa taxi mr.bobby :D dapat diskon 50 Bath.
Di bandara saya beli makanan mangga ketan aka sticky rice with mango (baru dimakan pas di pesawat). Enak bangeettt. Saya nyesel baru makan ini di bandara. Padahal di tempat lain juga ada, dengan harga yang lebih murah pula. Pokoknya kalau ke Thailand wajib hukumnya makan mangga ketan ini.
Setelah 3-4 jam di udara akhirnya kami mendarat di SHIA dengan aman dan selamat, siap kembali untuk ngantor.

Begitulah, cerita saya selama di Thailand. Sampai jumpa di cerita yang lainnya. Terima kasih Dewi sshi :) Annyongg!

No comments:

Post a Comment