Monday, 4 October 2010

SENJA UTAMA

Sabtu subuh, ada sms teman mengabarkan KA Senja Utama Semarang tabrakan. Langsung cari info melalui TV, dan Twitter. Dan ternyata benar, kereta Senja Utama Semarang ditabrak Kereta Argo Anggrek dari belakang.

Saya adalah salah satu pengguna setia Kereta Senja Utama, baik SU Solo, Semarang, maupun Jogja. Sebulan, saya bisa 2 kali naik kereta SU. Alasan terutama kenapa saya menggunakan SU, karena murah dan irit, hehe.. Berangkatnya bisa pulang dari kantor langsung, dan kalaupun terlambat, masih bisa ditoleransi.

Jadi begitu mendengar dan melihat gambar-gambar kecelakaan tersebut, saya langsung merasa sangat terpukul, mak tratap.. Kenapa bisa begini. Sedih. Apalagi kalau balik ke Jakarta saya sering dapat gerbong paling belakang, kalau ingat hal itu saya jadi merinding dan kemudian bersyukur, masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menikmati dan menghargai hidup.

Berita yang berkembang, yang menjadi obyek penderita adalah masinis kereta argo anggrek. Sejauh yang saya tahu, sistem beroperasionalnya kereta api, tidak hanya dikendalikan oleh masinisnya saja. Tapi juga operator rel kereta, dan sistem otomatis yang seharusnya berfungsi sebagai alarm ketika sang masinis lupa untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Sistem perkeretaapian harus berubah. Banyak sekali orang yang bergantung dengan kereta ini, untuk dapat bertemu dengan keluarganya. Saya juga tidak tahu apa yang harus dilakukan oleh PT KAI untuk mewujudkan sistem transportasi yang membanggakan. Tapi saya yakin, kalau semua pihak sadarbahwa ini untuk kepentingan orang banyak, impian itu tidak hanya sebatas mimpi.