Thursday, 30 July 2009

SANG PEMIMPI

Sudah dua kali saya membaca buku kedua dari Tetralogi Laskar Pelangi itu. Dan untuk kedua kalinya pula saya merasa senang, bukan, lebih tepatnya bergairah untuk bermimpi lagi. Mimpi membuat orang merasa hidup dan menjadi bersemangat untuk meraih mimpi itu. Cuma kadang-kadang, mempertahankan gairah dan semangat tidaklah mudah. Tapi menurut saya semua itu adalah proses, tidaklah mungkin bersemangat terus atau bergairah terus, yang penting adalah bagaimana bersikap untuk bersemangat dan bergairah lagi ketika sedang tidak bersemangat dan tidak bergairah. haha.. jadi mbulet.. tapi yah begitulah kira-kira intinya..

Dari buku Sang Pemimpi itu, Andrea Hirata menciptakan kalimat-kalimat yang menurut saya berkesan dan wajib untuk di stabilo warna pink, kuning atau hijau, serta biru. Kalimat-kalimat itu adalah:

"Tak ada pengecualian!! Tak ada kompromi, tak ada katabelece, dan tak ada akses istimewa untuk menghianati aturan. Inilah yang terjadi dengan bangsa ini, terlalu banyak kongkalikong!!" (Pak Balia marah, H. 9)

"Ajaibnya sang waktu, masa lalu yang menyakitkan lambat laun bisa menjelma menjadi nostalgia romantik yang tak ingin dilupakan." (H.36)

"Tuhan tahu tapi menunggu" (H.65) ....memang tidak tahu tapi Tuhan mencatat dan Tuhan akan membalas. (sepertinya Tuhan itu jahat ya...*sedih*)

"Setiap peristiwa di jagat raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak di sana sini tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. Namun, perlahan-lahan ia akan bersatu membentuk sosok seperti Antoni Gaudi. Mozaik-mozaik itu akan membangun siapa dirimu dewasa nanti. Lalu apa yang kau kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian..." "Maka berkelanalah di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu" (Pak Balia again! H.72)

"Aku hanya ingin membuatnya tersenyum..." (Ungkapan hati Jimbron untuk Laksmi, so sweet dan romantic.. H.81)

"Pahamkah engkau, berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia" (Dikatakan Pak Mustar kepada Ikal ketika Ikal berubah sikap dari optimistik menjadi pesimistik.. H.148)

"Sungguh berbisa sengatan sikap pesimis. Ia adalah hantu yang beracun. Sikap itu mengektrapolasi sebuah kurva yang turun ke bawah dan akan terus turun ke bawah dan telah membuatku sebagai pribadi yang gelap dan picik. Seyogyanya sikap burukyang berbuah keburukan: pesimistis menimbulkan sinis, lalu iri, lalu dengki, lalu mungkin fitnah" (Hmmmm...sangat benar adanya. So be optimistic!!..meskipun saya tahu hal itu tidaklah mudah H.147)

Tetaplah bermimpi kawan, gantungkanlah cita-citamu setinggi langit dan berusahalah untuk meraih semuanya itu. :) Seperti kata Arai, bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.

Wednesday, 29 July 2009

ROMAWI

Pertama kali liat rumah makan padang yang lagi tutup ini komentarku, "Ada yang salah ma gambar ini, apa ya??"
Curiously want to know..yang buat itu, sengaja atau pura2 gak tau?? hehe.. :D

Cuma ada di Jalan Cempaka Putih Utara, Jakarta

Friday, 17 July 2009

METRO MINI

Selama di kota kelahiranku (kota Bengawan) dan di kota dimana aku mendewasa (kota Lumpia) aku jarang banget naik yang namanya angkot, bis dan transportasi dalam kota lainnya. Seperti kebanyakan orang Solo, kami menggunakan sepeda motor atau mobil.

Setelah pindah dan hidup di Jakarta, aku pikir aku tidak akan bisa kalau naik angkot, bis, atau transportasi dalam kota lainnya ketika akan bepergian (hehe..bahasanya ga kuku). Namun setelah 7bulan di Ibukota aku terbiasa kemana2 menggunakan Metromini. Mau ke Cempaka Mas naek MM nomor 03/07, mau ke Arion Rawamangun naek MM nomor 47/03, mau ke kantor di lapangan banteng naek MM nomor 47/03/01/05/07 mau ke ambasador naek MM 47/03/07/01/05 ke senen trus naik kopaja 20 turun di jembatan casablanca trus naek angkot 44 sampe deh.. mau ke mana lagi ya..o, ke lebak bulus/PIM naik metromini 47/03 sampai senen, naik Kopaja 20 sampe ujung, itu udah lebak bulus..hehe..sementara baru ke daerah2 itu c..jadi taunya cm itu.. :)

Serunya naik metromini: Cepet banget.. palagi 47/07.. kalo 03 agak lama soale jalurnya sepi jadi ngetem2 mulu!! Murah.. Jauh deket cuma 2000 rupiah.. dulu 2500 c.. trus..bisa turun dimana aja.. jadi ga wajib di halte.. xixixi.. Sopirnya top dah.. ngebut abish (ato ugal2an) haha.. seru dech.. bagi yang belum wajib dicoba!!

(foto ngambil dr photobucket.com.. aku pinjam ya :) TQ)

RENTAL VS BAJAKAN

Semenjak pindah domisili, aku rajin sekali membeli DVD bajakan. Dulu sewaktu masih di Semarang atau di Solo aku lebih rajin menyewa VCD di Movie Time, Video Ezzy, Odiva, Chinmi, dll. Cukup dengan menyekolahkan KTP kita bisa dapat menyewa VDC original dengan biaya rental Rp.3500,00/VCD, selama 1-7 hari tergantung film yang disewa masih tergolong baru atau sudah masuk dalam katalog.

Di Jakarta aku tidak tau lagi harus nyewa VCD dimana, akibatnya jadi sering beli DVD bajakan. Sebenernya ga enak siy, tapi mau gimana lagi, butuh hiburan yang mur mer... :) walaupun kalau seva vcd jatuhnya lebih murah daripada beli dvd bajakan (Rp 7000/dvd), tapi vcd nya ga bisa jadi HM (hak milik)

Membajak bukanlah sesuatu hal yang patut dibanggakan dan pantas untuk ditiru, dan tidak bagus untuk dilakukan dan dilanjutkan. :) Bisa gak ya gak membajak... ???

Wednesday, 15 July 2009

MONAS

Monas, merupakan akronim dari Monumen Nasional. Untuk bisa masuk ke daerah Monas tidak perlu membayar alias gretong. Menyenangkan bukan?? Untuk mengetahui sejarah monas kmu dapat klik di sini atau sini atau kalau kurang lengkap bisa cari di engine search. Monas terletak bersebelahan dengan Stasiun Gambir.

Waktu ku kecil aku pernah datang ke Monas mungkin 2 kali, yang pertama naik ke Tugu Monas, yang kedua tahun baruan di Monas. Dan itu terjadi kurang lebih 15 tahun yang lalu. What an age... :) Setelah 3 bulan di Jakarta akhirnya aku menginjakkan kaki di Monas dan itu terjadi pada saat usiaku cukup mampu untuk mengingat banyak hal... hehe. Waktu itu ke Monas dalam rangka membantu teman untuk foto prewedding. Jadi ceritanya jadi fotografer dadakan.

Pertama kali masuk ke Monas, takjub... pemandangannya bagus sekali, bersih dan tenang..WOW...tidak dapat berkata-kata lagi..yang ada cuma kegirangan. Langsung dech kami foto2. Selesai sesi foto prewedding kami menuju Tugu Monas dan beli tiket untuk naik ke puncak Tugu Monas. Harga tiketnya menurutku siy tidak mahal, kalau tidak salah Rp.7500,00. Untuk naik ke puncak Tugu Monas, harus naik lift. Liftnya kecil, hanya muat untuk sebelas orang, awalnya siy aku deg-degan, bener gak siy niy lift bisa berfungsi dengan baik, secara umur lift nya setua umur Tugu Monas?? (aku ga tau ding, just in my opinion) Untunglah semuanya berjalan dengan lancar. Sesampainya di atas, kekaguman itu terus berlanjut.

Ada apa aja siy di MONAS?
Yang pasti ada Tugu Monas :) Selain itu, area Monas seringnya digunakan untuk berolahraga pada hari sabtu or minggu pagi. Menurut info dari temenku siy hari senin sampai jumat juga ada yang olehraga tapi kalah banyak dibanding hari sabtu. Ada juga air terjun, bukan air terjun deng, yang benar air mancur, tapi karena arusnya deras jadinya seperti mendengar air terjun, suaranya meneduhkan, jadi betah lama-lama di dekat situ. Ada area refleksi. Area ini adalah berada di salah satu sudut Monas, yang jalanannya terbuat dari batu kali kecil-kecil, tumpul, dan dipasang tegak vertikal, sehingga ketika kmu kmu menginjaknya, pasti kesakitan! :) tapi habis itu peredaran darah lancar dan jadi seger dech. Kmu bisa juga tiduran di batu2 refleksi tersebut, jadi aliran darah daerah punggung pun lancar. Ada hewan2. Yang sudah pernah aku lihat siy burung ma rusa. Trus ada bermacam-macam tanaman dan pohon yang udah langka. Monas juga bisa jadi tempat rekreasi keluarga yang sangat aku rekomendasikan, banyak tanah berumput hijau yang bisa digunakan untuk menggelar tikar.

So C U there kapan2 yach ;)

(Foto: koleksi pribadi)