Monday, 3 August 2009

TIGA VENUS

Novel karya Clara Ng yang satu ini, ringan, lucu, menggelitik, dan sedikit terlintas di pikiran saya "apakah mungkinterjadi di dunia nyata?" Who knows... Kalau tidak salah saya sudah membaca Tiga Venus sebanyak 3 kali, hehe..

Novel ini bercerita tentang 3 orang wanita dewasa, 3 permasalahan berbeda, dan 3 keinginan yang sama (sama-sama menginginkan kegilaan yang mereka jalani cepat berlalu) yang diucapkan bersamaan pada saat ada bintang jatuh. Setelah itu yang terjadi hanyalah kegilaan dan kegilaan selama 7 bulan ke depan. Tapi dont worry, be happy, karena cerita ini punya happy ending. Saya selalu suka novel-novel yang punya happy ending.

Seperti biasa, saya hanya akan menuliskan hal-hal dalam novel yang menurut saya berkesan dan perlu distabiloin. Jadi kalau pengen tau kegilaan macam apa yang mereka hadapi baca novelnya ya... :) Check these out:

"Kau tidak akan pernah memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya...hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya." (Clara Ng menggunakan petikan dari novel karya Harper Lee berjudul To Kill A Mockingbird dalam halaman awal Tiga Venus. Mungkin dari kalimat inilah, muncul ide untuk menciptakan tragedi dalam hidup Emily, Juli dan Lies)

"Kenapa menjadi Ibu ruwet sekali sih? Jadi babak belur begini, kacau balau. Penuh Kebimbangan. Tidak ada rambu-rambu. Semuanya serba berantakan. Enaknya menjadi perempuan yang tidak menikah, tidak ada tanggung jawab sebesar tanggung jawab menjadi ibu. Jika saja ada yang memberitahunya kehidupan perkawinan seperti apa yang akan dijalaninya ketika dia belum menikah" (Keluhan Juli, yang sudah punya 3 anak dan sedang mengandung anak ke-4. Masa siy, menurut saya siy perkawinan dan menjadi seorang ibu adalah hal yang diinginkan oleh semua wanita (Tentu saja ada beberapa yang tidak ingin, para biarawati, misalnya). Dengan menjadi seorang istri dan ibu, akan ada perasaan merasa dibutuhkan dan hal itu yang akan menjadi tujuan hidupnya, menyenangkan keluarga, hidup menjadi lebih hidup. Menikah adalah lebih pada kemampuan untuk bertahan menghadapi badai. Kalau ada pasangan yang berpisah, jadi teringat lagunya Kla Project yang Gerimis. Ada liriknya yang bilang "kekasih andai saja kau mengerti, harusnya kita mampu lewati itu semua dan bukan menyerah untuk berpisah". Hmmmm....)

"Menikah adalah kerjasama dua pihak yang saling menguntungkan. Persis kaya merger dua perusahaan gede... Menikah bukanlah suatu prestasi yang keren." (Emily, 31 tahun, belum menikah, tapi bukan berarti tidak punya pasangan. Kalau menurut saya bisa menikah dan mempertahankan pernikahan adalah prestasi yang keren sukeren (*-*))

"Aku ingin kegilaan ini cepat berlalu" (Inilah kalimat yang diucapkan Elimy, Juli, dan Lies berbarengan pada saat ada bintang jatuh, yang membuat kegilaan-kegilaan dalam hidup mereka semakin menggila. Blow the candle. Make a wish. Be carefull of what you wish for.)

No comments:

Post a Comment