Sudah dua kali saya membaca buku kedua dari Tetralogi Laskar Pelangi itu. Dan untuk kedua kalinya pula saya merasa senang, bukan, lebih tepatnya bergairah untuk bermimpi lagi. Mimpi membuat orang merasa hidup dan menjadi bersemangat untuk meraih mimpi itu. Cuma kadang-kadang, mempertahankan gairah dan semangat tidaklah mudah. Tapi menurut saya semua itu adalah proses, tidaklah mungkin bersemangat terus atau bergairah terus, yang penting adalah bagaimana bersikap untuk bersemangat dan bergairah lagi ketika sedang tidak bersemangat dan tidak bergairah. haha.. jadi mbulet.. tapi yah begitulah kira-kira intinya..Dari buku Sang Pemimpi itu, Andrea Hirata menciptakan kalimat-kalimat yang menurut saya berkesan dan wajib untuk di stabilo warna pink, kuning atau hijau, serta biru. Kalimat-kalimat itu adalah:
"Tak ada pengecualian!! Tak ada kompromi, tak ada katabelece, dan tak ada akses istimewa untuk menghianati aturan. Inilah yang terjadi dengan bangsa ini, terlalu banyak kongkalikong!!" (Pak Balia marah, H. 9)
"Ajaibnya sang waktu, masa lalu yang menyakitkan lambat laun bisa menjelma menjadi nostalgia romantik yang tak ingin dilupakan." (H.36)
"Tuhan tahu tapi menunggu" (H.65) ....memang tidak tahu tapi Tuhan mencatat dan Tuhan akan membalas. (sepertinya Tuhan itu jahat ya...*sedih*)
"Setiap peristiwa di jagat raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak di sana sini tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. Namun, perlahan-lahan ia akan bersatu membentuk sosok seperti Antoni Gaudi. Mozaik-mozaik itu akan membangun siapa dirimu dewasa nanti. Lalu apa yang kau kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian..." "Maka berkelanalah di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu" (Pak Balia again! H.72)
"Aku hanya ingin membuatnya tersenyum..." (Ungkapan hati Jimbron untuk Laksmi, so sweet dan romantic.. H.81)
"Pahamkah engkau, berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia" (Dikatakan Pak Mustar kepada Ikal ketika Ikal berubah sikap dari optimistik menjadi pesimistik.. H.148)
"Sungguh berbisa sengatan sikap pesimis. Ia adalah hantu yang beracun. Sikap itu mengektrapolasi sebuah kurva yang turun ke bawah dan akan terus turun ke bawah dan telah membuatku sebagai pribadi yang gelap dan picik. Seyogyanya sikap burukyang berbuah keburukan: pesimistis menimbulkan sinis, lalu iri, lalu dengki, lalu mungkin fitnah" (Hmmmm...sangat benar adanya. So be optimistic!!..meskipun saya tahu hal itu tidaklah mudah H.147)
Tetaplah bermimpi kawan, gantungkanlah cita-citamu setinggi langit dan berusahalah untuk meraih semuanya itu. :) Seperti kata Arai, bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.
No comments:
Post a Comment