Seperti sudah kuceritakan di postingan sebelumnya, tanggal 14 Januari 2021, saya dinyatakan negatif Covid. Tidak lama setelah itu, kantor mengadakan vaksinasi, namun sebagai penyintas covid, kami tidak diperbolehkan mengikuti vaksin jika selesainya karantina/dinyatakan negatif covid (April 2021) kurang dari 3 bulan.
Lalu, mulai akhir April 2021, awak mulai bergerilya nyari tempat vaksin di Solo (vaksinasi masal di Balaikota dan beberapa penyelenggara lain). Akhirnya pada 7 Juli 2021, lewat adik ipar, awak terdaftar di vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Polres Surakarta.
Karena jumlah peserta tidak terlalu banyak, begitu sampai lokasi awak langsung ditangani. Hari itu semua peserta mendapatkan vaksin sinovac. Setelah vaksin aku tidak merasakan dampak apapun kecuali ngantuk berkepanjangan di siang hari dan bisa buat tidur siang selama 3 jam.
Namun di vaksin kedua tanggal 4 Agustus 2021, awak mendapatkan KIPI yang lumayan parah. Setelah vaksin kedua aku tidak merasakan impact apapun. Lalu subuh hari berikutnyanya sekitar jam 4 pagi, tetiba aku kebangun, melek, tapi tembok dan langit-langit yang kulihat muter cepet banget. Aku coba merem dan melek lagi, masih sama. Yang pertama terlintas adalah "mataku kenapa, apa aku mau buta?". Setelah itu, awak muntah-muntah parah.
Setelah muntah pertama, awak coba tidur dan merem lagi. Tapi ga bisa, karena begitu melek sedikit semua hal disekitarku muter semua. Muntah lagi. Berkali-kali berulang-ulang seperti itu sampai sekitar jam 10 pagi, sampai tidak ada lagi yang kumuntahin selain cairan kuning. Lemes, mual, pusing, lunglai jadi satu. Untungnya badan tidak panas. Tapi aku sempet diare.
Apesnya siang itu awak ngadain rapat, jadi mau ga mau harus mencoba memfokuskan diri. Setelah rapat, aku baru bisa makan dan minum teh manis; dan membaik sampai selesai hari.
Impact lunglai masih terasa sampai beberapa hari. Dan mual akibat trauma pusing yang muter masih terasa sampai sekarang. Dan karena takut KIPI banyak orang Indonesia yang tidak mau divaksin, termasuk mbak yang bantu beres-beres di rumah.
Anak kecil bayi juga ada kena dampak kalau habis vaksin dan mereka bisa survived kog. Saya juga berhasil melaluinya. Sepanjang ga ada isu kesehatan bawaaan, harusnya KIPI tidak perlu ditakuti.
Semoga vaksinasi bagi sebagian besar masyarakat segera terpenuhi, dan kita bisa hidup bersama covid dengan lebih tenang.
No comments:
Post a Comment