Novel The Lovely Bones sudah dibeli sejak awal Februari lalu, tapi sampai sekarang belum selesai dibaca. Tidak suka dengan gaya bahasanya. Mungkin karena novel terjemahan, tata bahasanya kurang menarik.Sampai akhirnya tadi aku nonton Lovely Bones the Movie. Film yang bagus. Dibuatnya aku dan sita mewek mewek ga jelas. Film ini tentang seorang gadis ceria berumur 14 tahun yang diperkosa kemudian dibunuh dan menjadi hantu yang tidak menyeramkan. Cara menggambarkan kesedihan orang-orang yang ditinggalkan benar-benar oke *sulit mencari kata-kata yang tepat*. Cara menggambarkan imajinasi antara bumi dengan surga keren banget. Rasa-rasanya seperti melihat mimpi. Tiba-tiba berada disini, tiba-tiba semuanya jadi besar, tiba-tiba sudah berada disana, tiba-tiba sepi, tiba-tiba gelap, tiba-tiba hujan, tiba-tiba sudah berada di laut, di gunung, di padang rumput.
Kejadian yang mengharukan adalah ketika si Suzie mengetahui dirinya sudah tidak bisa kembali ke dunia lagi. Dia melakukan penolakan dan menjadi sendirian. Lalu dia hanya berlari mencari, berlari lagi, terus berlari..
Akhirnya disadari bahwa tak bisa lagi menoleh ke belakang, harus terus maju demi orang-orang yang dicintainya.. Bahwa dunia tetap terus akan berputar tanpa ada dia didalamnya..
Ps. Jadi pengen nyelesaiin baca novelnya..
Akhirnya novel itu selesai kubaca.. dan ternyata rentetan peristiwa di novel dan di film memang agak berbeda, tapi dua-duanya punya alur yang sama. I love both.. U have to read the book n watch the movie.. :)
ReplyDelete