Di hari sebelumnya, hari keempat, kami tiba di penginapan sekitar jam 9 malam. Lalu packing dan beberes. Setelah itu, sebelum tidur, kami minta bantuan pemilik penginapan untuk booking taxi subuh2 sekitar jam 3 untuk mengantarkan kami ke Gimpo Airport.
Diperjalanan menuju bandara, satu hal yang bikin kaget adalah orang-orang Selsih hidup di jam 3 subuh. Bahkan sudah/masih ada bis yang beroperasi. Ternyata Seoul hidup 24 jam, menarik banget, semoga bisa kesana lagi dan bisa menikmati Seoul waktu malam dengan lebih maksimal. Aminin dulu lah, siapa tau semesta mendukung.
Gimpo Airport
Sampai di Bandara Gimpo, kami shock berat gegara jam stengah 4 kami sampai sana, bandaranya belum dibuka. Masih gelap saudara-saudara. Padahal ada jadwal penerbangan jam 6 pagi. Beda banget dengan Jakarta kan ya. Karena tidak bisa nunggu di dalam bandara, akhirnya kami ngemper. Bener-bener ngemper.. mana dingin banget pulak.
Trus anehnya, ada orang Korea juga yang bernasib sama dengan kami. Masak orang Korea ga tau jam buka bandara Gimpo, parah haha.. Saking shocknya kami hanya bisa ketawa-ketawa sendiri dengan getir 😅😂😂 udah bangun pagi, rusuh pesen taxi, ngemper, dan kedinginan pula, kan tau gitu di penginapannya nambah sejam lumayan kann.
Pas jam 04.15, pintu dibuka. Alhamdulilaaaa.. Namun akan tetapi mbak-mbak petugas dan operasional checkin nya belum stadby. Jadi kami leyeh-leyeh dulu sambil merenungi nasib 😂 Oiya, di bandara kami sempat heran kenapa banyak banget orang pakai pakaian hiking termasuk yang sepuh-sepuh, ternyata di Jeju tuh banyak banget trail buat hiking. Salah satunya rute yang akan kami lalui nanti.
![]() |
| Beginilah penampakan Gimpo yang belum mulai beroperasional. Pun ketika operasional setiap orang check in masing-masing di mesin selfcheckin baru kemudian drop bagasi di counter (kalau ada). |
Jeju Airport
Setelah perjalanan sekitar 1 jam, akhirnya kami sampai di Jeju Airport. Nuansa liburan langsung terasa disini. Yeaaiii... langsung inget beberapa adegan di variety show "Hyori Bed & Breakfast" yang juga menggunakan background bandara Jeju. "Running Man" juga pernah syuting di bandara Jeju lohh. Asik, nambah checklist lokasi syuting.
| Suasanya bandara Jeju setelah kami mendarat. |
![]() |
| Kerasa ga ambience liburannya?:D We were so excited! |
Sarapan
Setelah itu kami naik bus umum menuju penginapan karena mau naruh koper dan barang dulu. Karena masih pagi, kami belum bisa masuk ke kamar. Setelah itu, kami langsung jalan cari sarapan dan lanjut hiking. Sarapannya di Tous Le Jour dong. Seperti biasa awak beli roti yang sama kalau pas beli TLJ di Indonesia, yaitu red bean bread; dan cappuccino tentu.
![]() |
| Asik siy makan TLJ di tempat kelahirannya langsung. Ini kayak lagi berada di dalam suatu drama Korea :D |
Terminal Bus Jeju
Hallasan
Setelah sarapan, kami langsung cus ke Hallasan naik bus nomor 240 turun di Eurimok. Kalau tidak salah ingat perjalanannya memakan waktu sekitar 30 menit.
![]() |
| Cukup nyaman bisnya. Karena ga ada keterangan bahasa Inggrisnya kami benar2 menggantungkan info dari google dan navel maps. Dan untungnya sampai tujuan dengan selamat. |
| Dan inilah halte terakhir sebelum jalan ke Hallasan. Ga ngerti nama haltenya apa. 😁 |
| Dan ini adalah jadwal bus yang berangkat dari halte ini. Semuanya pakai bahasa Korea. Dan lagi-lagi entah gimana kami bisa balik ke Jeju City Center dengan selamat haha.. |
Eoseungsaengak Trail
Rute hiking Gn.Halla itu cukup banyak, bisa dilihat dari gambar berikut.
![]() |
| Source: Forkandfoot. |
Tapi perjalanan untuk makan siang belum berhenti sampai disitu, dari gerbang Eo Trail, kami harus jalan kaki yang cukup jauh untuk menuju halte bus yang awal tadi. Dannn masih harus menunggu bisnya datang untuk membawa kami ke pusat kota Jeju.
![]() |
| Jeon dan bibimbab. Lumayan enak. |
Jeju Dongmun Market
Setelah selesai makan, kami menuju pusat kota Jeju. Nah kami turun di halte deket Jeju Dongmun Market, trus kami keliling deh di pasar ini. Seingetku ga ada yang kami beli, jadi ya cuma lihat-lihat saja. Tapi kalau googling, sebenernya pasar ini lumayan menarik karena ikan segarnya dan pernah jadi tempat syuting acaranya Jamie Oliver.
![]() |
| Pasarnya bersih bangettt.. |
![]() |
| Ini tampak depannya. |
Jeju City
Ternyata Kota Jeju sepi sekali. Tapi mungkin daerah yang kami kunjungi berada di daerah utara pula. Bisa jadi bagian selatan Jeju memiliki konstruksi kota yang berbeda. Cita-citanya siy, kalau misalnya bisa kembali ke Jeju, akan eksplor Jeju bagian selatan. Diucapkan dulu, siapa tau semesta mendukung.
![]() |
| Seingatku ini belum terlalu malam, tapi jalanan sudah sepi sekali. |
![]() |
| Banyak bangunan besar di sepanjang pinggiran pantai. Kebanyakan hotel dan perkantoran. Tapi sekali lagi pas kami datang situasinya sangat sepi. |
![]() |
| Di sebelah kanan itu langsung menghadap laut utara. Ini anginnya cukup kencang. |
Karena tidak banyak yang dilihat, tidak lama kami memutuskan balik penginapan saja. Selain itu, kaki ini juga sudah gontaii.
Makan malam
Karena tidak ada ide mau makan apa, akhirnya kami mampir ke GS25 untuk beli maknan apapun yang disukai yang ada di toko yang mirip indomaret alfamart itu. Dika mengusulkan beli Jeruk Jeju, dan awak ngincer makan mie yang muncul di drama Skycastle. Tentu kami beli semua.
| Jeruk jeju yang ada mahkotanya ini cukup terkenal, sering muncul di drama atau variety show. |
| Dalamnya seperti ini, ga ada bijinya dan airnya buanyak. Enak siy. |
All Pics/videos: by Neosiana dan Dika












No comments:
Post a Comment