KTX Seoul-Busan-Seoul
Hari ini, sesuai dengan itin yang sudah dibuat, kami akan mengunjungi Busan dengan naik KTX (kereta cepat yang katanya seperti peluru). So, lets go! Dari Uja Guesthouse kami naik subway ke Seoul Station.
Kami sudah memesan tiket KTX sejak dari Indonesia. Jadi begitu sampai stasiun kami langsung ke loket untuk menukar bukti pesan dengan tiket KTX. Jadi, tiket KTX yang kami beli ini berlaku untuk 2 hari secara berurutan. hari pertama kami pakai untuk ke Busan, dan rencananya hari kedua dipakai untuk ke Nami island hari besoknya.
| Seoul Station. Bersih banget |
Check this video! Buat melihat bagaimana dalamnya kereta dan perjalanan kami menuju Busan. KTX ini jalannya halus banget sodara, ga bunyi jegrek jegrek kalau kaya naik kereta di Indonesia. Udah gitu jalannya juga lebih ngebut. :D
Busan
Akhirnya, ketelah kurang lebih 2,5 jam perjalanan dengan KTX, kami sampai juga di Busan. Kesan pertama begitu sampai Busan wah rame juga nih kotanya, stasiunnya besar. Ya iyalah, Busan kan kota terbesar kedua dan merupakan kota yang didesain buat bisnis.
Karena tidak mau mengulangi kesalahan hari hari kedua kemarin, yang baru bisa makan sekitar jam 2 sore karena tidak menyempatkan untuk sarapan, akhirnya kami mampir dulu di warung makan terdekat di stasiun. Ini sarapannya sederhana banget. Nasi, nori, kimchi. Kami pesan satu buat berdua. Rasanya so so lah.
![]() |
| Kimbab di Stasiun Busan. Cuman makan gini aja bikin seneng karena ini kimbab pertama yang kami makan di Korea. |
![]() |
| Biar ga ngantuk beli capucino dulu di cafe storyway. |
| Yang menarik dari cafe ini adalah adanya spot tempat duduk untuk satu orang saja. Asik juga ya kl di Indo dibudidayakan tempat makan atau cafe seperti ini :D |
Filming Location: Fight For My Way
Begitu selesai sarapan, kami langsung menuju film locationnya drama korea Fight For My Way yang berada di Namil Villa. Dari stasiun Busan kami naik bus dan turun di dekat lokasi yang tertera di map Naver (oiya, di Korea ga bisa pakai google map, bisa siy tapi ga akurat dan ga bisa ngasih tunjuk sarana transportasi yang tepat).
Setelah turun dari bus, kami sedikit bingung, kog ga ga jelas gini petanya... ternyata sodara, untuk menuju Namil Villa itu kita harus mendaki bukit, dan karena kami ga tau mana jalur "pendakian" yang paling cepat, akhirnya kami kesasar dan mendaki melewati gang kecil di area perumahan. For your info, ini adalah pendakian pertama pada hari ini. Nanti akan ada cerita pendakian bukit lagi... Bagaimana nasib dengkul? Sofar sogood sampai hari terakhir haha...
Oiya, karena disana beneran perumahan penduduk ada peringatan tertulis ga boleh berisik, jadi kami sepanjang berada disana jadinya bisik-bisik deh. Beberapa video kami malah ga kedengeran ngomong apaan haha.
![]() |
| Ini adegan pas mereka mau berangkat kerja. |
![]() |
| Happy banget yarebeun, bisa lihat indekosnya kodongman dan ae ra :D |
Nah, kemarin pas browsing-browsing Namil Villa nemu blog ini yang memberikan informasi lebih detil mengenai bagaimana cara kesana dan lokasi tepatnya di peta. Cuus gih! :)
Pantai Haeundae
Setelah dari Namil Village, kami balik ke pusat kota dan langsung menuju Pantai Haeundae. Kenapa pengen ke Pantai Haeundae? Just because kami lihat itin orang yang selalu mampir ke Haeundae kalau ke Busan, dan kalau dilihat di gambar bagus pantainya... jadi okelah kami putuskan kesana. Sesampainya disana ternyata pantainya rame nun bersih. Akan tetapi yorebun, kalau dibandingkan ama pantai Indonesia banyak yang lebih bagus siy, haha, tinggal dirawat saja agar terjaga keasrian dan kelestariannya.
| Plaza menuju pantai. Semacam pusat kotanya yang memang tepat berada di pinggir Pantai. |
![]() |
| Di pantai ini disediakan area foto seperti ini gess... jadinya ya mau ga mau ikutan foto :D |
Makan siang - Subway & snacking at a market
Setelah menikmati pantai dan berfoto ria, kami memutuskan untuk mengisi perut di Subway yang lokasinya selemparan batu dari pantai. Subway merupakan meal favoritku saat kuliah kemarin. Biasanya aku akan pesan honey bread tuna plus semua topping dengan saus mayones dan honey mustard. Yummy.
| Ini pertamax Dika makan subway, ya kan dik? Jadi harus diabadikan haha |
Gamcheon Cultural Village
Dari area Pantai ke Gamcheon kami naik kereta, setelah turun dari stopan kereta yang di Gamcheon, seharusnya kami melanjutkan perjalanan naik bus yang khusus untuk ke Gamcheon. Tapi untuk naik bus ini tetap harus jalan dulu. Okelah, kami sampai juga di belokan jalan menuju Gamcheon, dan sudah menemukan halte bisnya juga. Akan tetapi, sesudah ditunggu beberapa menit, bus yang ditunggu tidak kunjung datang. Karena dilihat di peta lokasinya ga begitu jauh dan takut kesorean, akhirnya kami memutuskan untuk jalan kaki saja. Dan ternyata saudara-saudara, untuk ke Gamcheon Village ini kami harus mendaki lagi. Duh...
| Tangga menuju subway di Busan. Dihias begini bisa jadi obyek foto-foto dong dan terlihat lebih artistik. |
| Pengkolan menuju Gamcheon, inilah awal mula pendakian. |
| Di sepanjang tembok dekat trotoar, ada terpasang rumah-rumahan kecil semacam suvenir replika rumah di Gamcheon. Sepertinya untuk menunjukkan anda berada dijalan yang benar menuju Gamcheon. |
| Giliran kami sudah memutuskan untuk jalan, busnya lewat dong. Dan karena aturannya bus hanya berhenti di halte, jadilah kami tidak keburu untuk mengejar si bus. |
| Situation pendakian dari tempat yang lebih tinggi. |
| Salah satu spot menarik untuk berfoto, tangga warna warni yang setiap anak tangganya ada judul buku, jadi bisa foto di anak tangga yang bukunya sudah dibaca. |
| Spot lain yang juga menarik. |
Selain tempat foto, juga ada toko yang menjual souvenir, tempat makan, dan jual buah dan camilan. Sayang sekali sewaktu kami kesana sudah kesorean, banyak toko yang sudah siap-siap mau tutup.
| Beberapa contoh souvenir. |
| Juga ada toko ini yang menjual cover hp yang temanya little prince and his fox. Bagus siy, Dika beli karena sangat nyantol di hati ya Dik :D |
| Kalau awak tertarik beli strawberry ini. Manis dan segar bangets. |
Oiya, Pak Jokowi juga pernah loh datang mengunjungi Gamcheon ini. Setuju pak, kalau banyak desa di Indonesia dijadikan tempat wisata sehingga bisa membantu roda perekonomian di desa berputar. Yang perlu disediakan adalah ahli-ahli yang bisa membantu mendesain agar setiap desa memiliki kekhususan tertentu dan berkelanjutan tanpa merusak alam sekitar. :)
Balik ke Seoul
Setelah dari Gamcheon, kami balik ke stasiun Busan, tapi kali ini naik bus, barengan ama orang dari Philipina. Awalnya aku diajak ngomong pinoy, dikiranya awak juga dari sana, haha... ini udah sering siy.
Di stasiun kami ngelewatin toko snack chicken cheese, trus beli dong. :D
![]() |
| Yummy. |
Saat menunggu kereta datang kami melihat sesuatu yang menurutku "menakjubkan". Di depan tempat kami menunggu ada TV besar yang menayangkan drama keluarga sabtu minggu dari KBS. You know what, orang-orang berbondong-bondong datang ngerumpul di depan TV dong, semacam nonton bola gitu ahaha.
![]() |
| Ternyata orang Korea itu benar-benar suka nonton drama ya... |
Jadi beginilah cerita kami selama satu hari di Busan. Hari keempat kami akan explore Nami Island. Bisa dilihat di postingan selanjutnya :D annyong
Kehabisan kereta subway
Masih ada cerita lanjutan sedikit. Ternyata subway di Seoul itu jam 12 udah kelar. Haha, kami panik dong, ga tau mo balik penginapan naik apa dan jam sudah menunjukkan lebih dari jam 12 malam (udah masuk hari keempat sebenernya). Ini siy, gegara milih penginapan yang ga jelas dan jauh itu (talk to my self haha). Akhirnya kami ngikut gerombolan orang keluar stasiun, dan sempat nanya orang lokal dengan bahasa tarzan haha... Akhirnya setelah nanya sana sini dan lihat naver map, kami memutuskan naik bus. Waktu menunjukkan pukul 00.39.
Masih ada cerita lanjutan sedikit. Ternyata subway di Seoul itu jam 12 udah kelar. Haha, kami panik dong, ga tau mo balik penginapan naik apa dan jam sudah menunjukkan lebih dari jam 12 malam (udah masuk hari keempat sebenernya). Ini siy, gegara milih penginapan yang ga jelas dan jauh itu (talk to my self haha). Akhirnya kami ngikut gerombolan orang keluar stasiun, dan sempat nanya orang lokal dengan bahasa tarzan haha... Akhirnya setelah nanya sana sini dan lihat naver map, kami memutuskan naik bus. Waktu menunjukkan pukul 00.39.
Ternyata jam segitu Seoul masih hidup loh gengs... masih banyak taxi yang bersliweran, banyak orang jalan kaki, bahkan masih ada cewek yang naik bus sendirian jam segitu, bener-bener berasa di dalam drama haha...







No comments:
Post a Comment