Saturday, 21 March 2020

9 Hari di Korea Selatan - Hari Pertama

Berangkat
Ini agak heboh siy prosesnya, karena aku ga mau ambil cuti, jadinya aku memutuskan berangkat dari kantor dengan bawa 1 tas ransel. Koper aku titip ke kosan Dika pagi harinya karena Dika cuti, dan nanti dia akan jemput awak di kantor lalu cuss menuju bandara.

Udah stengah 5, langsung turun dong nunggu si Dikung di pinggir jalan. Naahh, ini nih yg bikin heboh, yang ditunggu ga muncul-muncul, padahal waktu terus berjalan..., kebayang dong paniknya awak gimana. Tapi untungnya hari itu hari Kamis, walaupun kami telat mulai jalannya ke bandara, tapi tetap sampai bandara sesuai dengan waktu yang telah diperkirakan. Syukurlah.
Sampai Soetta, yeaii!! 

Kuala Lumpur
Transit 7 jam di KL, ngapain? langsung cari tempat buat tidur. Kali ini beruntung kami dapat tempat yang strategis. Begitu turun dari lift, ke kanan, mentok menuju tembok, dan disanalah kami buat shelter selama hampir 5-6 jam, sebelum menuju gate untuk boarding ke Seoul.
neosiana
Penampakan shelter kami di bandara KL Lumayan nyaman karena bisa slonjoran.

Incheon
Begitu sampai di Incheon, hal yang pertama kali kami lakukan setelah keluar imigrasi adalah ke tempat penukaran simcard yang sebelumnya kami sudah beli via Klook sewaktu masih di Indonesia. Untuk menuju tempat ini lumayan gampang, karena si penjual ngasih petunjuk arah yang cukup jelas. Begitu sampai kita tinggal nunjukkin bukti beli dan passport. Lalu ganti simcard. Beres.

Kami harus keluar dari bandara dulu menuju Seoul Station. Gimana caranya? Naik kereta. Bayarnya gimana? Nah ini, opsinya banyak banget... karena waktu itu kurang riset akhirnya kami beli kartu yang dijual di travel center, dimana buat ngisi kartunya harus antri lagi di mesin tiket. Setelah dicek lagi, kartu semacam ini bisa dibeli di mesin kartu yang jauh dari situ dan gambarnya lebih lucu. Kartu ini bukan kartu pass harian, tapi lebih ke penggunaan sekali jalan (dengan diskon yang lebih banyak) daripada beli tiket satuan.
neosiana
Beli kartu transport nya disini.
Ini kartu yang kami beli. 
Antri isi kartu.
Setelah sampai di Seoul Station, next adalah mencari cara agar bagaimana bisa sampai di penginapan. Ini challenging siy haha. Menurut info dari yang punya penginapan tinggal keluar stasiun, naik bis Jongno11. Tapi, kami tidak berhasil menemukan bus jongno 11 di stasiun busnya. Padahal udah nanya beberapa orang lokal.
Ini penampakan stasiun bus yang di deket Seoul Station. Besar banget, rapih dan bersih. Semua jurusan ada, tapi ya itu, buat pendatang agak membingungkan. 
Lalu bermodalkan google map, kami naik bis yang sekiranya mendekati penginapan. Dan kami memutuskan naik Bus Nomor 1711 kalau ga salah... Dan ternyata kami naik bus 1711 yang arahnya berlawanan... kocak bgt. Trus turunlah kami di antah berantah. Kebayang kan, 2 orang asing, bawa koper tapi salah jalan dan terdampar. Muka capek belum mandi dari kemarin sore.
Disinilah kami terdampar, ga tau dimana. 
Akhirnya kami memutuskan naik taxi. Karena ga tau cara naik taxi gimana, kita nunggu ada orang praktik naik taxi. Setelah itu kami coba mempraktekkannya, dan itu pun ga langsung sukses. Kendala bahasa nomor 1. Akhirnya kami tunjukkin alamatnya, dan ada yang tetep nolak juga. Akhirnya ada orang asing lokal yang mau bantu kami ngobrol ama supir taxinya dan berhasil! Naik taxilah kami menuju penginapan dengan perasaan campur aduk. Baru hari pertama lhooo... udah terzezat
Momen ketika ada yang bantuin ngobrol ama tukang taxi :D
Ternyata hari itu sedang ada demo. Jadinya beberapa rute jalan dialihkan dan harus muter-muter jadinya. Tapi ga mahal juga siy, sampai kami diturunkan cuma habis sekitar KRW7.900 atau setara IDR102.000,00.
Demo 1 Maret. Memperingati Pergerakan Samil yang merupakan pergerakan awal rakyat Korea untuk lepas dari penjajahan Jepang.
Stay256Hanok
Oleh taxi-ajusshi, kami diturunkan di stopan bus Jongno11. Dan dari situ harus jalan skitar 5-10 menit menuju penginapan. Kesan awal: area ini cantik. Begitupun penginapannya, bersih, spacious, kamar mandinya juga nyaman (bahkan di kamar mandi lantainya hangat lohh). Beberapa foto akomodasi pertama yang kami pilih:

Di depan kamar langsung area terbuka seperti ini. Kebayang kl ada saljunya, pasti cwantik banget. 
Ini lantai kamarnya hangat loh.

Kamar kami yang dipojokan kanan. Sebelah kiri pintu putih. 
Begitu sampai penginapan, tidak buang waktu, kami langsung mandi, dan siap-siap untuk eksplor Seoul.

Bukchon Village at Night
Karena lapar kami beli sandwich Isaac (satu buat berdua) dengan harga KRW 3.600. Rasanya enak loh...
Lalu kami melanjutkan perjalanan ke arah pusat area di bukchon/jongno yang isinya tempat belaja, makan, dan buat foto-foto, sedikit romatis juga loh tempatnya.
Beberapa toko. Modis modis loh desainnya. 
Salah satu sudut.  Nanti kami akan bolak balik lewat jalan ini, cek di posting selanjutnya
Udah kaya nonton drama korea belum? Tiap lihat apa, pasti langsung komennya "kaya lihat drama ya" :D
Hongdae
Dari sini kami lanjut ke Hongdae street, yang merupakan tempat gawl nya anak muda di Seoul. Disana banyak toko fashion, kosmetik, street food, resto, toko souvenir kpop.
Hongdae and its crowd. 
Kami, dengan muka bahagia haha. Baru hari pertama.
Selain itu kami juga sempat lihat beberapa performance pemusik yang ada disitu. Seru! Kreatif banget loh, ga salah kan Kpop bisa mendunia seperti itu.
Performer serprti ini ada di sepanjang jalan Hongdae dan emang sengaja dibuat bentuk teater tempat duduknya. Lively banget.


Lagi.
Tak lupa streetfoodnya yang menggoda untuk dibeli.


Rencananya, kami akan balik lagi ke Hongdae street, secara penginapan kedua kami juga ga jauh dari area ini. Tapi, ternyata rencana tinggal rencana, banyak tempat lain yang memanggil untuk didatangi... jadi annyong Hongdae, till we meet again!

Sekitar jam 11 malam, kami balik ke hanok bukchon, dan siap untuk petualangan hari kedua. Yeai!

Photos: dari kamera Dika dan Yessi

No comments:

Post a Comment