Thursday, 12 September 2013

BANGKOK TRIP (2)

Dan hari kedua pun dimulai dan kami bangun agak siang. Begitu melek, langsung melihat peta, dan menetapkan kemana tujuan hari ini. Pagi itu, Senin, 29 Juli 2013, kota Bangkok diguyur gerimis, tapi gerimis tidak menyurutkan langkah dan niat kami untuk segera mengeksplorasi kota Bangkok. Semangat! :)

Sarapan 
Kami tidak merencanakan ingin sarapan apa pagi itu, kami memutuskan untuk apa aja yang dilewatin, kalau keliatan enak. Dan akhirnya, pilihan jatuh pada warung di depan Grand Palace yang menjual sour soup, hmm.. yummi. Nantinya, makanan ini akan menjadi makanan favorit saya selama di Bangkok :p
yummy... pengen lagii..
Grand Palace ~ 3
Untuk memasuki komplek Grand Palace ini turis mancanegara harus mengeluarkan uang sebesar 500THB, awalnya kami kaget dong, wow 500THB harus dipaksa keluar dari dompet, mahaall.. hiks, tetapi setelah melihat betapa luasnya komplek ini, saya merasa harga tersebut cukup wajar.  Sedikit informasi, komplek Grand Palace memiliki 35 bangunan yang terdiri dari kuil, candi, vihara, museum, dan istana. Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai latar belakang pembangunan dan apa isi komplek Grand Palace, silakan meng-klik website ini.
Pintu masuk Grand Palace
Ticket Pose!
Kiri: Phra Siratana Chedi, Kanan: Wat Phra Kaeo Museum

Atas: Chakri Maha Prasat Hall, Bawah: The Royal Pantheon

Kiri: Hor Phra Monthian Dharma, Kanan: Phra Mondop
Ini denah Grand Palace.
Di berbagai website disebutkan bahwa bulan Juli merupakan low season untuk kunjungan pariwisata di Bangkok. Tetapi hal itu tidak terbukti. Bangkok rame banget, bahkan mendung dan hujan tidak menghalangi orang-orang untuk mengitari dan menikmati suasana Bangkok. Dari gambar di bawah ini terlihat betapa riuhnya Grand Palace hari itu.
 

Wat Pho ~ 4
Selanjutnya, dengan berjalan kaki kurang lebih sekitar 15 menit, dan setelah bertanya-tanya akhirnya kami mencapai tujuan selanjutnya, Wat Pho. Untuk masuk ke Wat Pho, turis asing harus membayar 100 THB. Disini terdapat patung Buddha tidur yang sangat besar, yang sepertinya seluruh bagian patung dilapisi dengan emas atau cat warna emas. Untuk lebih jelasnya bisa di cek di website ini.
Patung Buddha tidur. Mengagumkan..
Tak lengkap kalau tak ada foto kami mejeng :D

Wat Arun ~ 5
Setelah puas mengagumi patung Buddha tidur, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Wat Arun. Untuk mencapai Wat Arun, kami harus menyeberangi sungai Chao Phraya, dengan menggunakan river taxi dan membayar 3 THB.
Inilah kapal yang membawa orang-orang menyeberangi sisi lain Chao Phraya
Memasuki kawasan Wat Arun, para turis harus membayar 50 THB. Menurut saya, Wat Arun ini fungsinya seperti candi, yang paling mendekati adalah candi Prambanan, langsing, menjulang tinggi. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca disini :). Disini pengunjung diperbolehkan untuk menaiki candi sampai ke spot yang diperbolehkan. Karena tidak ingin membuang 50 THB dengan percuma akhirnya kami memberanikan diri untuk naik ke Wat Arun. Tinggi juga loohh... tangganya hampir bersudut 90 derajat.
kalau melihat tangga-tangga itu, rasanya pengen manjat lagi, walaupun keder juga ;p

Tetapi setelah mencapai (hampir) puncak, kami mendapatkan pemandangan yang indah.. (meskipun mendung).
^_^
Disinilah kamera saya tiba-tiba rusak, penutup lensanya tidak bisa dibuka. Setelah mempertimbangkan ini itu, akhirnya kami memutuskan untuk mendatangi Nikon service.
Beginilah kondisi si Nikon, tiba2 aja ga mau ngebukain pintu lensanya :(
Makan  Siang
Lupa makan siang dimana, tapi yang jelas kami makan ini :)
Lupa makan dimana, lupa nama makanannya juga hehe, tapi yang jelas ini mie goreng sodara!

Tak lupa kami mecoba duren bangkok yang benar-benar dari bangkok... hmmm, yummi...
 
Nikon Service ~ 6
Kami mendatangi Nikon service di Jalan Silom. Kalau melihat peta siy sepertinya tidak terlalu jauh, tapi ternyata lokasinya jauh, mana kami jalan kaki pula. Jadi lengkaplah hari itu :) Setelah di cek ama petugasnya, dia bilang bisa diperbaiki dengan harga 3000 THB (mahal) dan dijadwalkan selesai 2 hari kemudian, hari kamis. Setelah mempertimbangkan harga dan waktu, akhirnya kamera itu tidak jadi di service. Bawa pulang ajah. Benerin di kampung sendiri saja, lebih murah ;p
Beginilah suasa Silom Road. Bahkan pas mau balik, kami sempat mencoba naik bus umum, karena udah pegel kakinya. Kami ga tau bus ini bakal menuju arah mana, tujuan kami luruuss aja, kalau sampai dia belok, disitulah kami harus turun :D
Khaosan Road ~ 7
Yak, tujuan selanjutnya adalah Khaosan Road. Kami tertarik untuk pergi ke Khaosan Road karena jalan itu terkenal. Bahkan pernah buat syuting Running Man Episode 50 hehehe.. Rencananya siy mau cari oleh-oleh juga, tetapi ternyata harga barang2 disana lebih mahal dari harga barang2 di Chatucak, akhirnya cuman lihat-lihat sekitar saja.

Untuk menuju Khaosan Road, kami berjalan sekitar 1 jam an dari kompleks Grand Palace. Jauh. Kaki rasanya sudah tidak bisa diajak kompromi. Apalagi setelah kami menjelajah Silom Road untuk benerin kamera. Bentar-bentar kami berhenti. Istirahat. Setelah bertanya-tanya, akhirnya sampailah kami di Khaosan Road sekitar pukul 7 malam.

Langsunglah kami cari makan. Setelah bingung mo makan apa, akhirnya pilihan kami adalah McD. Harap maklum :D. Setelah duduk, hujan turun dengan derasnya. Beruntungnya kami. :)
Khaosan Road

Setelah puas duduk, kami melanjutkan perjalanan balik ke penginapan. Karena capek, kami memutuskan untuk naik bus. Setelah googling akhirnya kami memutuskan untuk naik bis dengan Nomor ... (lupa). Tapi, kami tersesat dan terdampar di seberang Chao Phraya. Setelah bertanya dan berputar-putar di daerah itu, akhirnya kami memutuskan naik tuk-tuk saja. Sampai penginapan jam 11 malam.

Kondisi kami sangat buruk malam itu. Kami berdua pusing berat. Saya bahkan sampai muntah-muntah (mungkin akibat masuk angin dan makan duren). Untungnya, Miss.D bawa obat pusing, setelah minum obat, kami langsung tidur dan siap melanjutkan hari :)


to be continued...

2 comments: