Akhirnya kami ke Tidung juga tanggal 2-3 Maret lalu, setelah kurang lebih terjadi 3 kali penundaan dari bulan April tahun lalu. Penundaan pertama karena ada yang tidak bisa ikut sehingga membuat yang lain juga tidak mau ikut, sedangkan penundaan selanjutnya dikarenakan cuaca yang tidak mendukung.
Semula yang terdaftar ikut ada 14 orang, tapi karena si Tias (yang nyariin EO) mendadak hamil, Tachul ada ujian, Fuad ada dinas luar kota, Dwipa dan Indra yang tidak bisa, maka perjalanan ke Tidung tetap lanjut dengan anggota berjumlah 9 orang. Prinsipnya, berapapun anggota yang tersisa, harus tetap berangkat hari itu, takutnya kalau ditunda lagi malah tidak jadi.. :D
Jadi dimulailah piknik itu dengan meributkan, naik apa kita kita ke Muara Angke? jam berapa? kumpul dimana? :D
Kami akhirnya kumpul di kantor jam stengah 5, ada yang
ontime ada yang tidak
ontime :) hayoo ngaku siapa yg telat.. :D dan ke Muara Angke-nya kami menyewa angkot yang lewat depan kantor seharga Rp100k.
 |
| Angke! Angke! *rupanya dika ganti profesi* |
Berangkat dari kantor akhirnya jaaammm 5.30, nyampe Muara Angke skitar jam 6.10, kami menunggu mas Ivan dari Tebejowo (EO) yang ternyata belum sampai dong (meeting pointnya di pom bensin). Setelah menunggu kurang lebih satu jam, kami akhirnya masuk ke pelabuhan dan naik kapal menuju Tidung. Horraaayy...
 |
| Eksis! |
Beginilah suasana kami saat berada di kapal. Kami terpaksa duduk di
lantai atas karena yang bawah sudah penuh. Tidak banyak yang bisa kami
lakukan selama di atas kapal, paling kami main kartu, ngemil, dan tidur.
 |
| Ga ada yang mabok laut, hal ini dikarenakan si mas tebejowo ngasih antimo hehe... |
Setelah perjalanan sekitar 2,5 jam di laut, sampailah kami di Pulau Tidung, sekitar jam 10.30WIB. Dari dermaga kami berjalan kaki menuju tempat homestay, jaraknya ga terlalu jauh siy.
Homestay nya cukup besar, ada 3 kamar tidur, 3 kamar mandi dan 2 kasur yang ditaruh di luar kamar, ada 1 AC di luar kamar dan ada 1 TV yang ga jelas suaranya. Setelah milih kamar dan beberes, kami makan siang di teras rumah. Setelah itu langsunglah kami sepedaan ke Jembatan Cinta sekalian lihat-lihat situasi. Kami tidak perlu sewa sepeda lagi, karena sepeda ini sudah termasuk bagian dari paket Tebejowo.
 |
| Habis makan, langsung sepedaan ke jembatan cinta, tapi cuma sampai gerbangnya aja, karena jadwal kami selanjutnya adalah snorkling! :) |
Lalu, tibalah saat yang ditunggu-tunggu, snorkling time :) Ada 2 lokasi yang dituju, tapi... saya lupa namanya hehe.. Untuk menuju lokasi snorkling kami menggunakan kapal kecil yang kalau dibandingkan dengan kapal serupa di Karimunjawa, jauh lebih bagus.
 |
| Rusuh banget snorklingnya, banyak adegan yang absurd, yang tidak bisa saya ekspresikan di tulisan ini, yang jelas dika, bahtiar, ama aji bikin snorkling ini tak terlupakan.. hoho.. |
 |
| Iseng :p |
Setelah puas bersnorkling kami mencoba
banana boat. Di Tidung, boleh lho, satu banana dinaikin 9 orang. Agak kaget juga siy, tapi karena boleh, ya kami senang-senang aja karena bisa ramean :) Tiga kali kami dijatuhkan dari atas kapal pisang.
 |
| Seru dan nagih! |
Pengen banget terjun dari Jembatan Cinta, tapi karena ga boleh bawa pelampung, akhirnya saya tidak jadi terjun deh, walaupun kata orang-orang, ga bisa renang gapapa, karena pasti akan mengapung, tapi saya tidak berani. Ya sudah, akhirnya cuman ngeliatin aja orang-orang itu terjun bebas dari jembatan.
Lalu, kami ke
homestay, mandi dengan buru-buru, mencoba agar tidak melewatkan sunset di Jembatan Cinta. Tapi ternyata kami tidak sempat menikmati sunset di Jembatan Cinta. Masih untung kami dapat sisa-sisa golden moment itu di jalan menuju Jembatan Cinta. Ya sudah, mo gimana lagi :D
 |
| Lumayan, masih dapat sisa mataharimya... |
Tapi kami tetap ke Jembatan Cinta setelahnya yang ternyata sudah sepi.. Enak tuh buat yang jalan-jalan ama pasangannya, ihiirr :D *iriii*
Acara selanjutnya adalah barbeque. Sambil menunggu datangnya panggilan dari si pembuat acara kami karaokean dengan diiringi petikan gitar dari bahtiar (ternyata multi talenta si doi hihi.. makanya...) dan sambil main kartu.
Datanglah saat barbeque, karena kemalaman, yang ikut cuman dikit, cuman berlima, yang lainnya sudah tidur.
Pagi harinya kami bagun pagi-pagi sekali lalu naik sepeda ke Jembatan Cinta, memastikan kami tidak ketinggalan menyambut datangnya mentari pagi. Bersyukur banget kami bisa menikmati terbitnya mentari :)
 |
| Sweett.. :) |
Setelahnya kami jalan-jalan ke pulau Tidung Kecil, lebih menyerupai hutan kecil, tidak banyak orang disana. Oiya, karena ada keperluan lain, Riski dan Mega balik duluan dengan naik kapal jam 8 pagi, jadi mereka tidak ikut jalan-jalan di Tidung Kecil.
 |
| Di Tidung Kecil suasananya sepi, ada jalan setapak membelah pulau yang di kanan kirinya banyak pepohonan. Ada satu spot yang pantainya lumayan cantik seperti gambar di atas.. :) |
 |
| Seneng foto norak :D |
Sekitar jam 08.00 wib kami sudah balik ke homestay dan siap-siap pulang dengan menggunakan kapal jam 10.00 wib. Tapi ada satu cerita sedih sebelum kami kembali ke Jakarta, bb nya Andi ilang, langsung ada yang nyanyi "kisah sedih di hari minggu... la la la..." :D
Kami kembali ke peradaban dengan naik kapal (ya karena cuman itu satu-satunya transportasi -_-"), karena lantai atas sudah penuh, akhirnya kami pilih dok bawah. Seperti yang sudah bisa ditebak, kegiatan selama di kapal adalah makan atau tidur atau main kartu.
 |
| Beginilah suasana dok bawah kapal.. agak serem pas ombak agak tinggi, karena bisa saja air laut masuk |
Lalu kami kembali menyewa angkot untuk kembali k kantor dengan harga Rp100k. Dan dengan demikian, misi ke Tidung selesai :D
Note:
Rencananya siy, karena masih pengen mainan air laut, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami akan kembali mengunjungi kepulauan seribu, ke pulau Harapan, yang katanya punya spot snorkling yang lebih cakep.Seep! Semoga jadi:)
Bukan cuma semoga jadi,mbak tp smoga udah bs snorkling,hihi
ReplyDeletepasti bisa ka! beli kontak lens dulu biar tar snorklingnya lebih jelas :D
Delete6 tahun kemudian tetep gag bisa snorkling,apalagi k harapan wkwkwkwk
Delete